Melihat Rumah Dinas Wali Kota New York, Calon Kediaman Zohran Mamdani

Melihat Rumah Dinas Wali Kota New York, Calon Kediaman Zohran Mamdani

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 06 Nov 2025 15:30 WIB
Melihat Rumah Dinas Wali Kota New York, Calon Kediaman Zohran Mamdani
Wali Kota New York City yang baru, Zohran Mamdani. Foto: REUTERS/Shannon Stapleton
Jakarta -

Zohran Mamdani menjadi topik hangat dunia setelah dirinya terpilih menjadi Wali Kota New York. Kemenangannya di pemilihan kali ini menorehkan sejarah karena ia menjadi Wali Kota Muslim pertama dan termuda yang akan memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.

Kemenangan gemilang dari Zohran Mamdani sebenarnya diwarnai oleh drama karena Presiden Amerika Donald Trump tidak menyukai Zohran. Trump sempat melemparkan beberapa perkataan hinaan dan mengancam akan menahan dana federal dari Kota New York jika Mamdani memenangkan pemilihan.

Di luar itu, sebenarnya banyak pihak mendukung kemenangan Zohran Mamdani bahkan mantan Presiden Amerika ke-46 Joe Biden mengucapkan selamat atas kemenangannya. Hingga hari ini pun namanya masih banyak disebut di berbagai media sebagai pencetak sejarah baru di New York.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah terpilih, Zohran Mamdani akan segera bekerja selayaknya Walikota pada umumnya. Sama seperti di Indonesia, kepala daerah di AS akan mendapatkan rumah dinas sebagai tempat tinggal sementara selama bertugas yang bisa ditempati bersama keluarga. Rumah tersebut juga bisa berfungsi sebagai tempat pertemuan publik.

Rumah dinas Wali Kota New York ini merupakan salah satu rumah kayu tertua di kota tersebut. Nama rumah tersebut adalah Gracie Mansion yang terinspirasi dari nama pendirinya yang sebenarnya hanya warga New York biasa, yakni Archibald Gracie.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari situs resminya, lokasi rumah ini berada di tikungan East River sekitar 8 km di utara New York City.

Sejarah Gracie Mansion

Penampakan Gracie Mansion, rumah dinas Wali Kota New York.Penampakan Gracie Mansion, rumah dinas Wali Kota New York. Foto: Seth Wenig—AP via TIME

Gracie Mansion telah berdiri sejak 1744 dan dijual pada 1823 karena ada krisis keuangan akibat Perang 1812. Properti tersebut berpindah tangan beberapa kali hingga Kota New York mengambil alih tanah tersebut pada 1896. Pemerintah setempat menggabungkan sebelas hektar tanahnya ke dalam taman di sekitarnya yang kemudian berganti nama menjadi Carl Schurz pada 1910.

Pada saat itu, Gracie Mansion diubah menjadi tempat penjualan makanan dan toilet taman. Beberapa tahun kemudian, Gracie Mansion dipugar dan menjadi rumah pertama Museum Kota New York. Namun, museum tersebut dipindahkan ke gedung baru di Fifth Avenue.

Komisaris Taman Robert Moses yang memimpin pada saat itu membujuk Otoritas Kota untuk mempertahankan rumah tersebut sebagai kediaman resmi Wali Kota. Pada tahun 1942 Wali Kota New York ke-99 (1934-1946) Fiorello H. La Guardia dan keluarganya pindah ke Gracie Mansion.

Gracie Mansion diperluas pada 1966 dengan menambahkan area ballroom bernama Susan E. Wagner Wing, yang didedikasikan untuk acara resmi dan pertemuan publik. Wali Kota Edward I. Koch mendirikan Gracie Mansion Conservancy pada 1981 sebagai kemitraan publik atau swasta untuk melakukan restorasi besar-besaran terhadap rumah tersebut. Pada tahun 2002, interior dan eksterior rumah tersebut dipugar kembali, dengan peningkatan aksesibilitas bagi publik dan instansi Pemerintah Kota.

Banyak yang menyebut Gracie Mansion sebagai Gedung Putih Kecil New York karena fungsinya yang sangat penting di New York.

Gracie Mansion saat ini dimiliki oleh Departemen Taman & Rekreasi Kota New York, dioperasikan oleh Gracie Mansion Conservancy dan merupakan anggota Historic House Trust.

Apakah Zohran Mamdani dan Keluarga Akan Pindah ke Sini?

Belum ada konfirmasi resmi mengenai kepindahan Zohran Mamdani ke rumah dinas Wali Kota New York ini. Zohran dan keluarga saat ini masih menempati rumah lama mereka yang berada di Astoria, Queens. Rumahnya tersebut merupakan sebuah apartemen satu kamar dengan harga sewa US$ 2.300 atau sekitar Rp 38 juta (kurs Rp 16.713) per bulan. Ia tinggal bersama istrinya, Rama Duwaji, menurut laporan TIME.

Bangunan bergaya era 1920-an ini dikenal sebagai Apartemen Mamdani. Memiliki sekitar lima puluh unit apartemen dan mempertahankan banyak detail aslinya, termasuk lantai kayu keras, dapur makan berjendela, dan kamar tidur king size dengan lemari pakaian.

Mamdani menemukan rumah tersebut pada 2018 di StreetEasy, situs pencarian properti di New York City, saat penghasilannya US$ 47.000 atau Rp 785 juta per tahun sebagai konselor pencegahan penyitaan untuk sebuah organisasi nirlaba di Queens.

"Saya mencari apartemen yang mampu saya beli sendiri. Lalu, saya menemukannya di apartemen ini," ujarnya kepada Dewan Redaksi New York Times, seperti yang dikutip BeritaKlik pada Kamis (6/11/2025).

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads