Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk membangun sebuah gapura besar. Pembangunan gapura tersebut bertujuan untuk menyambut HUT ke-250 AS pada tahun ini.
Gapura tersebut bernama Victory Arch atau disebut juga sebagai Gapura Kemenangan. Desain bangunan ini kabarnya terinspirasi dari gapura kemenangan Arc de Triomphe yang sangat ikonik di Paris, Prancis.
Trump menyebut pembangunan gapura kemenangan itu akan dibangun sekitar dua bulan ke depan. Ia berharap Victory Arch harus sudah rampung sebelum hari kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada 4 Juli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunannya belum dimulai. Akan dimulai sekitar dua bulan lagi. (Gapura Kemenangan) ini akan sangat bagus dan semua orang menyukainya," kata Trump dalam wawancara dengan Politico, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan maket gapura kemenangan atau Victory Arch yang bakal dibangun dalam 2 bulan ke depan. Foto: Kevin Dietsch via Fox News |
Trump sudah menyatakan keinginannya untuk membangun gapura kemenangan sejak Oktober 2025. Lokasi gapura besar itu rencananya terletak di Memorial Circle, sebuah bundaran di dekat Pemakaman Nasional Arlington dan di seberang Sungai Potomac dekat Lincoln Memorial, Washington D.C.
Dilansir dari Independent, pembangunan Victory Arch diprediksi menelan biaya hingga US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun (kurs Rp 16.700). Biaya mahal tersebut digunakan untuk membangun sebuah gapura kemenangan berkelir putih yang dilapisi emas pada bagian atasnya.
Trump menyebut proyek gapura kemenangan bertujuan untuk menghormati sejarah Amerika dan tentara yang telah berjuang untuk negara. Di sisi lain, Trump ingin mengubah wajah Washington D.C agar terlihat lebih estetis di segala sisi.
Meski begitu, rencana ini mendapat banyak kritik dari sejumlah pihak. Mereka mempertanyakan anggaran untuk pembangunan gapura yang sangat besar hingga kewenangan cabang eksekutif untuk melanjutkan proyek secara sepihak.
Ide Trump dalam mewujudkan kota Washington D.C yang lebih estetis menuai banyak kontroversi. Sebelumnya diberitakan, Trump berencana merobohkan empat gedung pemerintahan AS hanya karena tidak suka dengan desain arsitekturnya.
Keempat bangunan tersebut adalah Gedung Federal Robert C. Weaver (Kantor Pusat Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan), Gedung Federal Wilbur J. Cohen, Gedung General Services Administration (GSA), dan Gedung Liberty Loan. Semua gedung itu terletak di Washington D.C.
Alasan Donald Trump ingin merobohkan Gedung Robert C. Weaver karena tidak suka dengan desain bangunannya. Perlu diketahui, gedung yang masuk dalam daftar tempat bersejarah nasional AS itu mengusung arsitektur brutalis dari 1960-an yang tidak disukai Trump.
Selain itu, Donald Trump juga telah membongkar sisi timur Gedung Putih untuk dibangun ballroom yang besar dan megah. Kabarnya, pemerintah AS harus merogoh kocek hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun demi membangun ballroom yang dapat menampung 900 orang.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/zlf)











































