Toilet merupakan salah satu bagian penting di kamar mandi yang dibutuhkan penghuni rumah. Keberadaan toilet saat ini ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang.
Ya, toilet sudah ditemukan sejak beribu-ribu tahun yang lalu dan terus berkembang hingga menjadi sangat canggih seperti saat ini. Seperti apa perkembangannya? Simak informasinya berikut ini.
Sudah Ada Sejak 3000 Sebelum Masehi
Dilansir dari Deutshce Well, pada 3500-3000 sebelum Masehi, bangsa Sumerian di Mesopotamia sudah membangun toilet. Jangan bayangkan seperti toilet saat ini ya. Kala itu, toiletnya berupa lubang dalam yang dilapisi tabung keramik bertumpuk sebagai tempat duduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kotorannya akan tertampung di dalam wadah sementara cairan merembes keluar melalui lubang-lubang di dalamnya. Maklum, zaman itu belum ada sistem penyiraman.
Kemudian, bangsa Babilonia dan Asyur juga membuat toilet dari dua dinding kecil dan satu celah sempit untuk buang kotoran. Kotoran tersebut hanyut ke dalam kanal bersama air yang digunakan untuk mandi.
Jamban dari Zaman Romawi Kuno. Foto: Craig Taylor via CBC |
Toilet semacam itu baru digunakan secara luas hingga zaman Yunani dan Romawi kuno. Penduduk miskin biasanya buang kotoran di bejana lalu membuangnya ke tong, sedangkan orang Romawi yang lebih kaya memiliki toilet pribadi.
Selain itu, banyak orang menggunakan jamban yang terbuka bagi 50-60 orang. Kotoran yang dibuang di toilet itu selalu disiram. Saking ramainya, tak jarang toilet umum malah jadi tempat buat berdiskusi.
Abad Pertengahan
Setelah Kekaisaran Romawi runtuh, budaya toilet mewah pun menghilang. Masyarakat biasa pada Abad Pertengahan buang hajat di dalam bejana, lalu membuangnya ke jalan.
Pada masa itu, toilet umum maupun pribadi sangat jarang. Bahkan, penghuni kastil menggunakan ceruk-ceruk kecil di dinding sebagai toilet. Kotoran dan urin sering kali mengalir ke parit sehingga memicu wabah penyakit kolera dan tipes.
Zaman Modern
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, toilet pun mulai berubah. Pada 1596, pria asal Inggris Sir John Harington memiliki gagasan mengenai cara pergantian air secara otomatis pada toilet.
Dikutip dari detikEdu, toilet ciptaan Harington ini awalnya dipasang di rumahnya sendiri, baru kemudian dipasang di Istana Richmond yang merupakan kediaman kerajaan di tepi sungai Inggris. Sayangnya, toilet tersebut membutuhkan air 28 liter untuk menyiramnya. Kelemahan lainnya, karena tidak ada pipa tikungan atau s-bend, bau kotoran dapat tercium hingga ke dalam ruangan.
Pada 1776, seorang penemu asal Skotlandia, Alexander Cumming, mengajukan hak paten toilet siram yang lebih canggih dari milik Harington. Toilet ciptaannya memiliki s-bend dan katup yang lebih canggih, mirip dengan toilet zaman sekarang.
Dilansir dari News18, sistem penyiramannya toilet itu lebih efektif karena tidak perlu air satu ember besar, kotoran sudah bisa terbuang ke saluran. Penggunanya pun tidak memakai energi besar untuk mangambil air karena terdapat tombol flush di WC duduk tersebut.
Jamban canggih di Jepang Foto: Widia Wiyanti/detikHealth |
Setelah itu, perkembangan toilet pun semakin pesat. Kini, ada berbagai pilihan tombol di toilet untuk membuat penggunanya semakin nyaman, seperti penggunaan air hangat dan lainnya.
Itulah sejarah panjang awal mula adanya toilet hingga saat ini.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(abr/zlf)













































