Nasib Hotel Terapung Pertama di Dunia yang Berakhir Tragis di Korea Utara

Nasib Hotel Terapung Pertama di Dunia yang Berakhir Tragis di Korea Utara

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 17 Jan 2026 14:06 WIB
Nasib Hotel Terapung Pertama di Dunia yang Berakhir Tragis di Korea Utara
Hotel Haegumgang. Foto: (Hyundai Asan Corporation)
Jakarta -

Korea Utara memiliki hotel terapung di wilayah Gunung Kumgang. Kabarnya ini adalah hotel terapung pertama di dunia yang sudah dibuat sejak 1986.

Aslinya hotel ini bukan buatan Korea Utara. Dilansir CNN, hotel ini dibuat oleh penyelam asal Italia yang kemudian dibeli oleh Korea Utara pada akhir 1999 untuk menarik wisatawan ke Gunung Kumgang, pegunungan yang dekat dengan perbatasan Korea Selatan.

Uniknya, pengelola hotel ini adalah perusahaan Korea Selatan bernama Hyundai Asan. Hotel ini juga menawarkan paket wisata ke perbatasan Korea Selatan. Kerjasama ini terjadi karena pada saat itu, Korea Utara dan Korea Selatan sedang berusaha membangun jembatan untuk menghubungkan kedua wilayah. Namun, kemudian mereka menyadari bahwa banyak hotel di Korea Utara yang sebenarnya tidak ramah untuk wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hotel tersebut dibuka pada Oktober 2000 dengan nama Hotel Haegumgang. Ini juga menjadi pengoperasian ketiga hotel terapung tersebut setelah dibuat di Singapura.

Menurut juru bicara Hyundai Asan, Park Sung-uk, selama bertahun-tahun, wilayah Gunung Kumgang telah menarik lebih dari 2 juta wisatawan.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, Tur Gunung Kumgang meningkatkan rekonsiliasi antar-Korea dan berfungsi sebagai titik penting bagi pertukaran antar-Korea, sebagai pusat penyatuan kembali keluarga yang terpisah untuk menyembuhkan kesedihan akibat perpecahan nasional," katanya seperti dikutip BeritaKlik pada Sabtu (17/1/2026).

Hotel berjalan dengan lancar selama 8 tahun hingga sebuah tragedi terjadi di hotel ini. Seorang tentara Korea Utara menembak dan membunuh seorang wanita Korea Selatan berusia 53 tahun yang tersesat di luar batas area wisata Gunung Kumgang dan memasuki zona militer. Akibatnya, Hyundai Asan menghentikan semua tur dan Hotel Haegumgang ditutup.

Hingga saat ini, tidak ada yang tahu apakah hotel terapung ini masih ada atau tidak. Berdasarkan laporan CNN pada 2022, hotel itu hanya beroperasi untuk anggota partai penguasa Korea Utara.

Namun, ada kabar bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un pernah mengunjungi kawasan wisata Gunung Kumgang pada 2019 dan mengkritik banyak fasilitas di sana, termasuk Hotel Haegumgang karena kondisinya yang kumuh. Ia memerintahkan pembongkaran banyak fasilitas tersebut sebagai bagian dari rencana untuk mendesain ulang kawasan tersebut agar lebih sesuai dengan gaya budaya Korea Utara.

Awal Mula Hotel Terapung Dibuat

Hotel terapung ini merupakan gagasan dari Doug Tarca, seorang penyelam profesional dan pengusaha kelahiran Italia yang tinggal di Townsville, di pantai timur laut Queensland, Australia.

Ia ingin membuat properti di atas laut yang bisa mempermudah dirinya dan orang-orang yang ingin melihat terumbu karang dan snorkeling. Pada awalnya ia hanya ingin menambatkan kapal pesiar permanen, tetapi konsep itu tidak ramah lingkungan. Alhasil ia memilih untuk membuat hotel terapung.

Pembuatan dimulai pada 1986 di galangan kapal Bethlehem Singapura, anak perusahaan dari perusahaan baja besar AS yang sekarang sudah tidak beroperasi. Modal untuk membuat hotel terapung ini sekitar US$ 45 juta atau setara dengan Rp 760 miliar (kurs Rp 16.903).

Kemudian, hotel terapung ini diangkut menggunakan kapal pengangkut berat ke John Brewer Reef, lokasi yang dipilihnya di dalam Taman Laut Great Barrier Reef. Nama hotel ini adalah Four Seasons Barrier Reef Resort yang resmi dibuka pada 9 Maret 1988.

"Itu adalah hotel bintang lima dan harganya tidak murah," kata Robert de Jong, seorang kurator di Museum Maritim Townsville.

"Hotel itu memiliki 176 kamar dan dapat menampung 350 tamu. Ada klub malam, dua restoran, laboratorium penelitian, perpustakaan, dan toko tempat Anda bisa membeli perlengkapan menyelam. Bahkan ada lapangan tenis, meskipun saya rasa sebagian besar bola tenis mungkin berakhir di Samudra Pasifik," lanjutnya.

Operasi hotel ini tidak berjalan mulus. Umurnya hanya bertahan 2 tahun. Alasan hotel terapung ini tutup karena operasional yang mahal, kurang nyaman untuk menghuni lantai atas hotel, akses menuju hotel yang hanya bisa melalui kapal cepat dan helikopter dan akan sulit digunakan jika cuaca buruk.

Hotel tersebut kemudian dibeli oleh perusahaan asal Vietnam untuk menarik wisatawan. Namun, lagi-lagi tidak menguntungkan dan berakhir dibeli oleh Korea Utara.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads