Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengunjungi 2 titik lahan di Meikarta, Cikarang, yang rencananya disiapkan untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi.
Pria yang kerap disapa Ara ini mengatakan dua lahan yang disiapkan masing-masing seluas 10 hektare. Nantinya akan dibangun 18 tower rusun subsidi. Namun, Ara belum bisa menyampaikan rincian jumlah unit yang akan dibangun karena perlu disesuaikan dengan regulasi.
"Nanti itu kalau 10 hektare bisa (dibangun) 18 tower ya. 18 tower nanti kita cek aturannya bisa berapa ke atas. Satu tower bisa berapa unit ya, sehingga sedapat mungkin fasilitas itu juga ada di tempat itu. Misalnya sekolah, klinik, tempat juga anak-anak itu bisa bermain ya, belajar, tolong nanti dibuatin taman ya, fasilitas olahraga juga, sehingga betul-betul layak huni," kata Ara kepada awak media di Cikarang, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi Lahan di Meikarta yang Bakal Jadi Rusun Subsidi Foto: Sekar Aqillah Indraswari/BeritaKlik |
Titik pertama berada di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Lokasinya sekitar 550 meter dari gerbang Tol Cibatu. Dalam pantauan BeritaKlik di lokasi, lahan tersebut kosong tidak ada bangunan apa pun. Di tengah lahan tersebut sudah tersedia jalan yang bisa dilalui 2 mobil.
"Kalau titik yang pertama tadi lebih dekat ya 2 km (dari kawasan industri). Kalau dari sana jalan sekitar 20-30 menit jalan ya," ucap Ara.
Kemudian, Ara pergi ke titik kedua yang jaraknya 3,1 km dari titik pertama. Lokasinya berada di Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Titik kedua ini berada di dalam area Central Park Meikarta di pinggiran Danau Meikarta. Lokasinya agak menanjak dan lebih tinggi dari jalanan di pinggiran danau.
"Kalau dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 km," sebutnya.
Lokasi Lahan di Meikarta yang Bakal Jadi Rusun Subsidi Foto: Sekar Aqillah Indraswari/BeritaKlik |
Namun, di titik kedua ini lahannya bersebelahan dengan sawah sehingga perlu dicek kembali perizinannya. Ia akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membahas mengenai hal tersebut.
"Pasti kan tidak boleh, kalau sawah nggak boleh dong sawah, sudah pasti itu ya, sudah jelas. Hari Rabu (21/1/2026) atau Kamis (22/1/2026), saya akan ketemu dengan Pak Dedi Mulyadi (Gubernur Jabar) untuk verifikasi," ungkapnya.
Ara menyatakan lokasinya juga agak jauh dari kawasan industri. Ia menginginkan titik kedua bisa dijangkau oleh penghuni rusun dengan hanya berjalan kaki karena di sekitar sana tidak ada transportasi umum. Ia akan mengecek lokasi lagi setelah status izin di dua titik sudah jelas.
"Jadi menurut saya lokasi ini bagus. Kita cek dan saya minta dipetakan nanti berapa jauh ke tempat ibadah, berapa jauh ke sekolah, berapa jauh ke pasar, berapa jauh ke rumah sakit. Saya rasa empat itu ya, dan akses transportasinya," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, rumah susun (rusun) subsidi akan dibangun di Meikarta. Pembangunan tersebut rencananya dimulai tahun ini.
"Pak James ini bicara sama saya langsung dengan Pak Hashim (Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo) dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) rencana tahun ini sudah akan dimulai rumah susun yang akan dibangun buat rakyat di Meikarta," kata Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Pesan itu disampaikan dalam acara 'Silaturahmi dan Koordinasi Awal Tahun Ekosistem Perumahan'.
Ara menyebut lahan untuk membangun rusun tersebut sudah disiapkan di Meikarta. Menurutnya, permintaan hunian di kawasan tersebut besar, terutama paling tinggi dari sektor buruh.
"Segera tahun ini kita akan mulai membangun lahannya sudah siap dan saya pikir kalau segi demand-nya di daerah itu saya pikir luar biasa," imbuhnya.
Kolaborasi dengan pihak swasta disebutnya sebagai langkah strategis untuk menyediakan hunian.
Selain itu, ia menyebutkan pembangunan rusun tahun ini akan dilakukan secara masif. Rencananya sebanyak 9 rusun di berbagai daerah.
(aqi/das)












































