Timnas Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika 2025 usai mengalahkan Maroko di Stadion Prince Abdellah Moulay, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Senegal menang 1-0 lewat gol yang dicetak oleh Papa Gueye.
Dalam laga final yang sengit itu, ada satu pemain Senegal yang paling disorot, yakni Sadio Mane. Ia menjadi sosok penting karena berhasil membangun semangat para pemain Senegal yang hampir walk out di penghujung laga karena memprotes keputusan wasit.
Selain punya sikap ksatria di atas lapangan hijau, Mane ternyata juga punya hati yang sangat mulia. Bagaimana tidak, ia berhasil mengubah kampung halamannya yang dulu kumuh dan kotor kini menjadi lebih berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir situs Give Me Sport, Selasa (20/1/2026), Sadio Mane lahir di Bambali, sebuah kota kecil yang terletak di selatan Senegal. Kampung halaman Mane sangat jauh dari kata layak, sebab masih banyak rumah kumuh, jalanan belum diaspal, dan fasilitas umum yang sangat minim.
Usai meraih kesuksesan saat bermain di Liverpool, Mane tidak pernah lupa dengan Bambali yang merupakan tempat kelahirannya. Ia pun menyumbang uang sebesar 250 ribu pound sterling atau sekitar Rp 5,6 miliar (kurs Rp 22.790) untuk membangun sebuah sekolah pada 2019.
Pemain Al Nassr itu juga mendonasikan uang senilai 500 ribu pound sterling atau setara Rp 11,3 miliar untuk membangun rumah sakit modern di Bambali pada 2020. Sebab, kota kecil itu sama sekali tidak punya fasilitas kesehatan, sehingga penduduknya harus menempuh jarak puluhan kilometer demi berobat.
Dalam video dokumenter 'Sadio Mane: Made in Senegal', ia bercerita harus kehilangan sang ayah ketika Mane berusia tujuh tahun. Kala itu, ayahnya mengalami sakit parah dan harus dibawa ke dokter, tapi jarak antara rumah menuju rumah sakit yang jauh membuat nyawa ayahnya tidak terselamatkan.
"Saya masih ingat saudara perempuan saya juga lahir di rumah karena tidak ada rumah sakit di desa kami. Itu adalah situasi yang sangat-sangat menyedihkan bagi semua orang. Maka dari itu saya ingin membangun rumah sakit untuk memberi harapan kepada orang-orang," kata Mane.
Sadio Mane menyumbangkan uang untuk membangun rumah sakit di Bambali, Senegal Foto: Dok. X @AfricaFirsts |
Rumah sakit yang dibangun oleh Mane bernama Bambali Public Hospital. Bangunannya dilapisi dengan cat berwarna krem, lalu jendela dan tiang rumah sakit menggunakan kelir berwarna biru.
Area tempat parkir di Bambali Public Hospital telah dipasangi paving block agar tidak becek akibat lumpur saat turun hujan. Rumah sakit ini tak hanya melayani penduduk Bambali, tapi juga menerima pasien dari 34 desa di sekitarnya dengan fasilitas yang memadai.
Selain mendirikan rumah sakit dan sekolah, winger berusia 33 tahun itu membangun sejumlah SPBU di Bambali. Mane juga mendirikan kantor pos dan memasang layanan internet dengan jaringan 4G secara gratis untuk masyarakat.
SPBU yang dibangun Sadio Mane di Bambali, Senegal Foto: Dok. X @AfricaFirsts |
Mane juga dikabarkan memberikan uang tunjangan sebesar Rp 1,3 juta per bulan kepada seluruh masyarakat Bambali. Sebagai informasi, kota tersebut dihuni kurang lebih sekitar 2.000 jiwa.
Tak cukup sampai di situ, Mane juga memberikan laptop gratis kepada seluruh siswa di SMA Bambali. Ia juga memberikan hadiah sebesar Rp 6,7 juta bagi siswa yang berprestasi di sekolah.
Meski hanya pesepakbola, tapi jiwa kemanusiaan Sadio Mane sangat tinggi. Tak heran setiap pulang ke kampung halamannya, Mane dianggap sebagai pahlawan karena telah berjasa membangun kota Bambali yang awalnya kumuh menjadi lebih baik.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)












































