Trump Diduga Lagi Bikin Bunker Rahasia, Renovasi Gedung Putih Cuma Kedok

Trump Diduga Lagi Bikin Bunker Rahasia, Renovasi Gedung Putih Cuma Kedok

ilham fikriansyah - detikProperti
Rabu, 21 Jan 2026 06:46 WIB
Trump Diduga Lagi Bikin Bunker Rahasia, Renovasi Gedung Putih Cuma Kedok
Gedung Putih AS. Foto: Getty Images/Win McNamee
Jakarta -

Gedung Putih (White House) tengah direnovasi sejak Oktober 2025. Renovasi itu merupakan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin membangun ballroom besar dan mewah di sayap kiri Gedung Putih.

Namun, ada sejumlah rumor beredar mengenai renovasi sayap kiri Gedung Putih. Beberapa sumber menyebut pembangunan ballroom itu hanyalah kedok karena Trump punya tujuan lain, yakni membuat bunker yang canggih.

Dilansir CNN, Selasa (20/1/2026), tepat di bawah sayap timur Gedung Putih terdapat sebuah bunker rahasia yang super aman. Bunker itu berfungsi sebagai Pusat Operasi Darurat Kepresidenan (PEOC) ketika keamanan negara terancam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bunker Gedung Putih sempat digunakan oleh Wakil Presiden AS ke-46, Dick Cheney ketika terjadi Serangan 11 September 2001 (9/11). Dick Cheney beserta para pejabat langsung dievakuasi ke bunker setelah ada rumor Gedung Putih jadi target selanjutnya.

Menurut catatan, bunker Gedung Putih telah dibangun sejak 1941 oleh Presiden AS saat itu, Franklin D. Roosevelt. Situasi saat itu tengah memanas usai Pearl Harbour dihancurkan oleh tentara Jepang, sehingga presiden memerintahkan untuk membangun bunker di bawah Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

CNN memberitakan jika bunker tersebut kemungkinan besar sedang dirancang ulang seiring renovasi sayap kiri di Gedung Putih. Bunker berusia 80 tahun itu akan diubah menggunakan teknologi lebih modern guna mencegah ancaman senjata yang semakin canggih. Namun, hampir tidak ada satu pun pihak Gedung Putih yang mengungkap proyek bunker itu.

Meski begitu, Direktur Manajemen dan Administrasi Gedung Putih Joshua Fisher, beberapa waktu lalu mengatakan renovasi ballroom di Gedung Putih secara keseluruhan dapat meningkatkan keamanan, menyediakan infrastruktur yang tangguh, dan memiliki fungsi yang tepat untuk menjalani misi.

Presiden Donald Trump mendapat gugatan dari aktivis pelestarian yang meminta pengadilan federal menunda pembangunan ruang dansa di Gedung Putih hingga proyek tersebut menjalani sejumlah tinjauan independen dan memperoleh persetujuan Kongres.Sayap kiri Gedung Putih tengah direnovasi. Foto: Pablo Martinez Monsivais

Ucapan tersebut membuat Fisher didesak untuk menjelaskan apa sebenarnya tujuan dari proyek renovasi sayap kiri di Gedung Putih. Ia pun menjawab jika proyek ini sangat rahasia yang tengah dikerjakan di bawah tanah.

"Ada beberapa hal terkait proyek ini yang terus terang bersifat rahasia dan saat ini sedang kami kerjakan. Hal itu tidak menghalangi kami untuk mengubah struktur di atas permukaan tanah, tetapi pekerjaan itu perlu dipertimbangkan saat mengerjakan proyek renovasi sayap timur yang bukan bagian dari proses NCPC (Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional)," kata Fisher.

Pihak Gedung Putih menolak permintaan komentar CNN mengenai rumor renovasi bunker. Namun, dalam pengadilan yang digelar pekan lalu soal gugatan untuk menghentikan sementara renovasi sayap timur, pihak Gedung Putih menyebut kalau renovasi disetop maka dapat membahayakan keamanan nasional.

Bunker di Gedung Putih yang Sangat Kokoh

Salah satu akses masuk menuju bunker di Gedung PutihSalah satu akses masuk menuju bunker di Gedung Putih Foto: Tina Hager/White House

Presiden Roosevelt awalnya membangun bunker di Gedung Putih yang mampu menahan ledakan bom. Namun, fasilitas itu terus ditingkatkan seiring waktu sehingga semakin ketat dan aman.

Pintu masuk bunker dapat dilalui dari sayap timur Gedung Putih, lalu menuruni beberapa lantai dan berjalan menuju pintu super besar yang bentuknya mirip brankas bank. Di dalam bunker terdapat tempat tidur, makanan, air, dan saluran komunikasi yang tidak dapat dibajak.

Konon kabarnya, di dalam bunker itu terdapat jalur evakuasi khusus. Jalur ini dapat digunakan untuk mengevakuasi presiden dari Gedung Putih ke lokasi lain yang lebih aman.

Bunker itu juga mencakup ruang PEOC, yakni fasilitas komando dan kendali terpusat untuk presiden dan stafnya. Fasilitas ini dapat memantau pergerakan musuh ketika akan menyerang AS.

"PEOC digunakan saat keadaan darurat. Itu bukan tempat yang dikunjungi oleh semua orang," kata mantan agen Secret Service AS, Jonathan Wackrow.

Hingga kini, renovasi sayap timur Gedung Putih masih belum usai dari kontroversi. Proyek ini banyak dikecam setelah biaya yang dibutuhkan terus membengkak, semula dari US$ 200 juta atau Rp 3,3 triliun kini menjadi US$ 400 juta atau Rp 6,7 triliun (kurs Rp 16.950).

Para ajudan Trump tetap bersikeras dengan menyatakan bahwa Gedung Putih saat ini tidak mampu mengakomodasi jamuan kenegaraan skala besar tanpa infrastruktur permanen. Meski begitu, ada kecurigaan jika biaya yang membengkak tidak hanya digunakan untuk renovasi ballroom, tapi juga membangun bunker yang canggih.

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads