Menelusuri Rusunawa 'Tepi Laut' Jakarta yang Kondisinya Mengkhawatirkan

Menelusuri Rusunawa 'Tepi Laut' Jakarta yang Kondisinya Mengkhawatirkan

ilham fikriansyah - detikProperti
Kamis, 29 Jan 2026 06:02 WIB
Menelusuri Rusunawa Tepi Laut Jakarta yang Kondisinya Mengkhawatirkan
Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Mohammad Farrel/BeritaKlik
Jakarta -

Ada banyak Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dibangun di Jakarta. Tujuan dibangun rusunawa adalah untuk menyediakan hunian vertikal yang dapat menampung masyarakat dengan harga sewa terjangkau.

Salah satu rusunawa yang ada di Jakarta adalah Rusunawa Marunda. Berbeda dengan rusunawa lainnya yang terletak di tengah kota, rusun ini dibangun di tepi laut Jakarta. Lokasi persisnya berada di Marunda, Cilncing, Jakarta Utara.

Tim detikProperti berkesempatan untuk mengunjungi langsung Rusunawa Marunda, Rabu (28/1/2026). Total ada empat klaster rusunawa yang berdiri, yakni Klaster A, B, C, dan D.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedikit informasi, di dalam satu klaster terdiri dari beberapa blok dan setiap blok memiliki lima lantai. Sedangkan di dalam satu blok Rusunawa Marunda terdiri dari 100 unit kamar.

Sayangnya, Rusunawa Marunda kini tinggal menyisakan tiga klaster saja, yaitu Klaster A, B, dan D. Rusunawa Marunda Klaster C telah dirobohkan sejak November 2025 dan rencananya akan dibangun ulang.

ADVERTISEMENT

Karena terletak di dekat laut, warga yang tinggal di Rusunawa Marunda dapat melihat aktivitas kapal laut yang hilir mudik menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Pemandangan ini dapat disaksikan dari rusun di Klaster D dan Klaster B.

Lokasi Rusunawa Marunda yang berada di tepi laut membuat angin berhembus cukup kencang. Cuaca Jakarta yang tengah hujan selama beberapa hari terakhir membuat udara jadi terasa sedikit sejuk dan adem.

Meski menawarkan pemandangan 'Ocean View' yang memukau, tapi Rusunawa Marunda tengah di ambang bahaya. Sebab, rusun Klaster A dan B kondisinya kini terbilang cukup mengkhawatirkan.

Terlihat beberapa sudut bangunan rusunawa yang kondisinya sudah mulai rusak. Retakan halus muncul di sejumlah titik dinding, tampak juga keramik lantai banyak yang mulai retak.

Cat tembok juga sudah banyak yang kusam dan mengelupas. Beberapa sudut dinding juga penuh dengan coret-coretan tulisan yang belum dicat ulang. Udara yang lembap juga membuat lumut memenuhi sejumlah tembok rusun.

Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat.Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat. Foto: Mohammad Farrel

Namun, tidak semua bangunan Rusunawa Marunda kondisinya mengkhawatirkan. Misalnya di Klaster D yang kondisinya terbilang masih baik, minim ada retakan pada dinding, dan tidak terlihat ada lumut yang muncul di dinding.

Kepala Satuan Penertiban Rusunawa Marunda Ferengki Pakpahan mengatakan beberapa bangunan Rusunawa Marunda kondisinya memang sudah tidak layak, terutama pada Klaster C sehingga harus dibongkar. Sedangkan untuk Klaster A dan B juga sudah mulai ditemui kerusakan di beberapa titik.

"Jadi karena unit bangunannya sudah batas akhir atau expired sehingga harus dibongkar, karena bangunan juga memiliki usia pakai ya," kata Ferengki saat ditemui di Rusunawa Marunda.

Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat.Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat. Foto: Mohammad Farrel

Lebih lanjut, Ferengki mengungkapkan Rusunawa Marunda merupakan salah satu rusun pertama di Jakarta Utara. Dibangun pada 2004 dan mulai dihuni sejak 2006, bangunan rusun ini telah berusia sekitar 20 tahun.

Maka dari itu, Ferengki menyebut sejumlah struktur bangunan di rusunawa dinilai sudah tidak layak huni saat ini. Demi mencegah terjadi kerusakan lebih parah atau membahayakan penghuni rusun maka dilakukan revitalisasi.

"Nah itu dia, karena strukturnya memang sudah nggak layak dan takutnya jadi makan korban kan akhirnya dibongkar (untuk Klaster C)," ujarnya.

Sebagai informasi, lima blok rusun di Klaster C Rusunawa Marunda dinilai tidak layak huni oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2021. Sementara pada Agustus 2023 terjadi insiden atap roboh di Klaster C sehingga bangunan tersebut harus direvitalisasi agar lebih aman, nyaman, dan modern.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads