Banjir di Perumahan Green Lavender Bekasi seperti tak ada habisnya. Setelah air pasang surut sejak Minggu (18/1/2026), rumah-rumah di perumahan tersebut banyak yang jebol dindingnya.
Banjir yang sudah melanda seminggu lebih ini bukan kejadian sekali. Menurut salah satu warga Perumahan Green Lavender Bekasi bernama Kanisya tahun lalu sudah lebih dari 5 kali banjir. Sementara, awal tahun ini sudah seminggu lebih air masih menggenang dan hanya sehari surut.
Sekarang ia sedang mengungsi di rumah kerabat di Jakarta. Ia mengaku trauma untuk kembali ke rumah karena banjir kali ini bahkan sampai merusak dindingnya sampai jebol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah udah diperbaiki (dinding yang jebol). Tapi kalau untuk ditempatin lagi aku ragu, abis dalam setahun udah lebih dari 5 kali banjir. Januari ini saja dari tanggal 18 sampai sekarang banjir mulu surut bentar doang," kata Kanisya dalam pesan singkat kepada detikProperti pada Kamis (29/1/2026).
Kondisi rumah warga Perumahan Green Lavender Bekasi yang dindingnya jebol Foto: Tangkapan layar TikTok @nyamnyambaelu |
Dinding rumahnya jebol pada bagian belakang dekat dengan dapur pada saat air sedang tinggi-tingginya minggu lalu. Ketinggian air mencapai leher orang dewasa dan disertai dengan arus. Jika dilihat dari beberapa video yang tersebar, Perumahan Green Lavender Bekasi bak berada di tengah lautan.
Rumahnya berada di Blok F dan kebetulan di belakang rumahnya tidak ada rumah lagi, hanya hamparan sawah. Sementara, rumah tetangganya yang berdempetan dengan rumah lain, aman-aman saja.
Kondisi rumah warga Perumahan Green Lavender Bekasi yang dindingnya jebol Foto: Tangkapan layar TikTok @nyamnyambaelu |
Imbas dinding rumahnya jebol, banyak barang berharga hilang, tidak ada yang bertahan di dalam rumah, terutama yang berbobot ringan.
"Barang-barang yang tadinya aman tapi karena temboknya jebol, arus sama anginnya kenceng, jadinya pada ambruk semua barang-barang, nggak ada yang selamat kak," ujarnya.
Kanisya mengatakan air sempat surut pada Selasa (27/1/2025). Pihak pengembang sudah membangun ulang dinding rumahnya dengan diplester rapi dan mengganti pintunya yang rusak.
"Sudah diperbaiki temboknya dibikin ulang diplester juga. Yang diperbaiki cuma tembok belakang yang jebol bawaan mereka sama pintu-pintu yang jebol," ungkapnya.
Ia sebenarnya berencana kembali ke rumahnya esok hari, tetapi mengetahui kabar perumahannya kembali kebanjiran hari ini, sepertinya tidak jadi menengok.
(aqi/das)












































