Cerita Kakek Disabilitas Bertahan Hidup di Rusun Tepi Laut Jakarta

Cerita Kakek Disabilitas Bertahan Hidup di Rusun Tepi Laut Jakarta

ilham fikriansyah - detikProperti
Kamis, 29 Jan 2026 19:01 WIB
Cerita Kakek Disabilitas Bertahan Hidup di Rusun Tepi Laut Jakarta
Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara. Foto: Mohammad Farrel
Jakarta -

Tinggal di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) kini jadi pilihan banyak orang. Selain harga sewa yang murah, fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap.

Namun, tidak semua rusunawa menawarkan kenyamanan dan keamanan bagi para penghuninya, salah satunya di Rusunawa Marunda yang berada di Cilincing, Jakarta Utara. Kondisi sejumlah bangunan rusun kini mulai mengkhawatirkan karena sudah uzur dan mengalami banyak kerusakan.

Sedikit informasi, Rusunawa Marunda dibangun pada 2004 dan mulai dihuni sejak 2006, sehingga bangunannya telah berusia sekitar 20 tahun. Dari empat klaster yang berdiri di Rusunawa Marunda, Klaster C sudah dirobohkan sejak November 2025 karena dinilai tidak layak huni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim detikProperti berkesempatan untuk mengunjungi langsung Rusunawa Marunda pada Rabu (28/1/2026) siang. Terlihat hanya tiga klaster Rusunawa Marunda saja yang masih dihuni, yakni Klaster A, B, dan D.

Meski masih bisa digunakan sebagai tempat tinggal, beberapa blok rusunawa kondisinya sudah mulai rusak, terutama pada Klaster A dan B kondisinya cukup mengkhawatirkan. Terlihat lantai keramik di beberapa sudut sudah pecah, lalu tumbuh tanaman liar di tembok-tembok bangunan.

ADVERTISEMENT
Suasana hunian vertikal di kawasan pesisir Jakarta tampak berjalan dalam ritme yang tenang. Pada Rabu (28/1/2026), aktivitas warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, terpantau lengang dengan lalu lalang penghuni yang tidak padat.Suasana di Rusunawa Marunda. Foto: Mohammad Farrel

Belum lagi ada banyak coret-coretan di dinding yang membuat Rusunawa Marunda jadi terlihat kumuh. Lumut dan jamur hitam (black mold) juga ditemukan di beberapa sudut bangunan karena hawanya lembap.

Kondisi bangunan Rusunawa Marunda yang mengalami kerusakan di sejumlah titik membuat warga merasa khawatir, salah satunya dialami oleh Teguh. Pria berusia 60 tahun itu tinggal pada salah satu unit di Blok B2 Rusunawa Marunda.

Teguh bercerita sudah menghuni Rusunawa Marunda sejak 2013. Ia dan istrinya dahulu tinggal di Waduk Pluit, tapi rumahnya digusur dan mereka akhirnya direlokasi ke Rusunawa Marunda.

Saat awal pindah ke rusunawa, Teguh tinggal bersama istri dan anaknya. Namun kini ia tinggal berdua saja semenjak sang anak sudah menikah beberapa tahun lalu.

Awalnya Teguh menghuni lantai 5 Blok B2 Rusnawa Marunda. Namun semenjak insiden kecelakaan yang menimpanya, Teguh jadi kesulitan untuk naik turun tangga sehari-hari karena kaki kanannya harus diamputasi.

Selain itu, usia yang terus bertambah tua membuat Teguh dan istri tidak sanggup lagi untuk menaiki anak tangga yang banyak. Akhirnya ia meminta kepada pengelola rusunawa untuk dicarikan unit di lantai 1 yang masih kosong.

"Karena saya dan istri saya mau naik saja susah, akhirnya saya mengajukan untuk pindah ke lantai 1. Kebetulan kata pihak pengelola saat itu bilang ada tempat kosong di lantai 1, akhirnya saya diizinkan pindah ke bawah," kata Teguh saat ditemui di Rusunawa Marunda, Rabu (28/1).

Soal uang sewa, Teguh mengatakan awalnya harus membayar sebesar Rp 200 ribu per bulan. Nominal tersebut sudah termasuk air, tapi belum dengan listrik karena seluruh unit menggunakan listrik prabayar (token).

Namun, Teguh bersyukur karena saat ini tidak perlu membayar uang sewa lagi karena sudah masuk kategori lansia, sehingga ia tidak dibebankan uang sewa oleh pihak pengelola. Hanya saja, ia tetap harus mengisi token listrik dan membayar air setiap bulan.

"Tapi kalau saya kan sudah lansia, Alhamdulillah enggak bayar, jadi nggak ada beban untuk pembayaran (sewa)," tuturnya.

Untuk bisa membayar listrik dan air, Teguh sehari-hari membuka toko kelontong di Blok B2 Rusunawa Marunda. Ia menjual camilan, minuman, hingga kopi agar uang yang didapat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sudah belasan tahun tinggal di Rusunawa Marunda, Teguh berharap ada perbaikan di lingkungan rusunawa agar lebih bersih dan terawat. Ia berharap warga setiap klaster rutin kerja bakti agar menciptakan lingkungan yang sehat.

"Jadi kelihatannya nggak ada inisiatif dari RT tuh untuk mendorong warga agar 'Ayo kita kerja bakti di hari Minggu' supaya lebih bersih lingkungannya," ungkap Teguh.

Rusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkanRusunawa Marunda di Cilincing, Jakarta Utara, yang kondisinya sudah mengkhawatirkan Foto: Ilham Satria Fikriansyah/BeritaKlik

Selain itu, Teguh juga menilai banyaknya pohon-pohon liar yang tumbuh di tembok rusunawa dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan. Kondisi itu tentu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan keretakan.

"Kadang-kadang kan pepohonan liar itu akarnya bisa masuk ke dalam tembok, sehingga bisa bocor dan akhirnya jadi rapuh gedungnya," paparnya.

Apabila Klaster C Rusunawa Marunda rampung direvitalisasi, Teguh berharap bisa menempati hunian tersebut. Namun, ia tidak berharap lebih karena semua akan diatur oleh pihak pengelola rusun.

"Kalau memang diarahkan ke sana untuk pindah ya saya mau pindah, tapi kalau memang nggak dianjurkan ya sudah tidak apa-apa. Kadang juga banyak yang dipindahkan ke rusun baru tapi ngeluh karena harga sewanya jadi lebih mahal," imbuh Teguh.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads