Gedung perkantoran di Jakarta kian ramai penyewa. Perusahaan semakin berminat menyewa ruang kantor seiring menghilangnya sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).
Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus mengatakan okupansi gedung kantor di Jakarta meningkat, khususnya kawasan pusat bisnis (CBD). Tingkat okupansi perkantoran tersebut ada di angka 75,8 persen.
Sebelumnya, perusahaan sering menerapkan remote working atau WFH sejak era pandemi COVID-19. Setelah pandemi menghilang kebiasaan itu mulai ditinggalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkantoran di CBD ini sudah mulai menunjukkan perbaikan. Apalagi sekarang juga perusahaan-perusahaan, tenant-tenant itu mulai kembali men-encourage untuk bekerja kembali di kantor," kata Anton dalam media briefing CBRE Indonesia soal pasar properti Q4 2025 di Jakarta Mori Tower, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Permintaan akan ruang kantor meningkat 17 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Lalu, penyerapan bersih ruang kantor mencapai 64.456 meter persegi pada akhir 2025.
Pertumbuhan permintaan sudah terlihat dua tahun belakangan ini, terutama pada gedung-gedung baru. Harga sewa pun menunjukkan kenaikan. Saat ini harga rata-rata sewa ruang kantor Rp 170.850 per meter persegi per bulan.
Sementara itu, pertumbuhan suplai kantor masih terbatas, hanya ada dua proyek baru yang akan mendatang. Hal ini mendorong peningkatan okupansi kantor di kawasan CBD. Adapun pasokan ruang saat ini seluas 7,1 juta meter persegi.
"Kita memperkirakan bahwa penyerapan masih akan terus berlanjut ya. Jadi net take up masih akan naik sehingga okupansi akan naik. Dan ya tentunya ya kita mengharapkan harga sewa juga akan mulai naik," imbuhnya.
Di sisi lain, okupansi perkantoran di kawasan non-CBD yang semula menurun kini mulai naik mencapai 73,4 persen. Hal ini disebabkan penyerapan bersih positif, sedangkan suplai tidak bertambah.
Lalu, Anton mengatakan tahun ini okupansi kantor akan menurun. Pasalnya, terdapat dua proyek kantor baru di PIK dan Simatupang yang akan menambah suplai.
"Perkiraan kita untuk ke depannya tahun 2026 ini okupansi mungkin akan ada sedikit turun karena kita memikirkan ada dua proyek yang akan masuk pasar tahun ini," tuturnya.
Di samping itu, harga sewa pada akhir 2025 pun stabil di angka Rp 112.086 per meter persegi per bulan. Hal ini karena ada beberapa kawasan favorit seperti di Jakarta Selatan menjadi lokasi kantor alternatif dari CBD. Lalu, perumahan elite pun mempunyai akses mudah ke kawasan perkantoran seperti Grogol dan PIK.
(dhw/das)










































