Petaka Asbes! Kota Tambang Ini Berubah Jadi Zona Kematian

Petaka Asbes! Kota Tambang Ini Berubah Jadi Zona Kematian

Wildan Alghofari - detikProperti
Kamis, 12 Feb 2026 14:47 WIB
Petaka Asbes! Kota Tambang Ini Berubah Jadi Zona Kematian
Kota Wittenoom. Foto: via ABC News
Jakarta -

Di sebuah wilayah terpencil di pedalaman Australia Barat, pernah berdiri sebuah kota tambang bernama Wittenoom. Kota ini kini tak lagi berpenghuni dan secara resmi dihapus dari peta. Kejayaannya di masa lalu dibangun di atas industri pertambangan asbes yang kemudian membawa petaka besar bagi para penduduknya.

Dilansir dari ABC News, Kamis (12/2/2026), Wittenoom mulai tumbuh pesat pada tahun 1940 hingga 1950. Di tahun itu, asbes biru menjadi komoditas bernilai tinggi. Material ini banyak digunakan untuk keperluan industri terutama bahan bangunan, sehingga permintaannya melonjak tajam. Pertambangan asbes pun menjadi penunjang ekonomi di kawasan tersebut.

Aktivitas tambang menarik masuk para pekerja dari berbagai daerah bersama keluarganya. Perlahan, Wittenoom berkembang menjadi sebuah kota kecil dengan komunitas yang hidup di tengah Pilbara, Australia dengan lanskap kering dan terpencil. Fasilitas umum seperti rumah, sekolah, dan taman bermain pun dibangun untuk menunjang kehidupan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironisnya, hampir seluruh sudut kota dilapisi limbah tambang asbes yang saat itu dianggap tak berbahaya. Jalanan, halaman rumah, bahkan area bermain anak-anak menggunakan sisa hasil pertambangan sebagai lapisan tanah. Debu asbes menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

ADVERTISEMENT

Pada masa itu, pengetahuan tentang bahaya asbes masih sangat terbatas. Warga hidup berdampingan dengan serat asbes tanpa rasa khawatir. Para pekerja tambang pulang dengan tubuh dan pakaian yang tertutup debu halus, sementara anak-anak bermain dan di atas limbah tambang yang tersebar luas.

Bertahun-tahun kemudian, dampak nyata dari paparan asbes mulai muncul. Banyak warga terserang penyakit serius, terutama kanker paru-paru jenis langka dan agresif. Penyakit ini tidak langsung muncul, melainkan berkembang dalam waktu lama setelah paparan pertama.

Lebih dari 1.200 kematian akhirnya tercatat dan dikaitkan langsung dengan asbes di Wittenoom. Bahkan, menghirup udara di wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu saja sudah cukup untuk memicu penyakit mematikan. Kota yang dulu menjanjikan kehidupan dan pekerjaan, berubah menjadi salah satu tempat paling berbahaya di Australia.

Seiring bertambahnya jumlah korban, Wittenoom perlahan ditinggalkan. Pemerintah Australia Barat akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengesahkan Undang-Undang Penutupan Wittenoom pada tahun 2022. Aturan ini memberi kewenangan untuk membeli paksa properti, mengusir penduduk yang tersisa, serta menghancurkan bangunan demi mencegah paparan lebih lanjut.

Penggusuran penduduk terakhir menandai berakhirnya Wittenoom sebagai permukiman manusia. Kota tersebut kini kosong sepenuhnya dan status administratifnya telah dicabut. Namun, penutupan kota tidak serta-merta menghilangkan masalah yang ada.

Sekitar tiga juta ton limbah asbes masih mencemari lebih dari 46 ribu hektare lahan di sekitarnya. Hingga kini, belum ada rencana pembersihan menyeluruh. Dengan serat asbes yang masih berpotensi menyebar, Wittenoom menjadi simbol tragis bagaimana sebuah kota dapat lahir, berkembang, lalu mati akibat industri yang mengabaikan keselamatan manusia dan lingkungan.

(zlf/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads