Bekasi Jadi Lokasi Favorit Pencari Properti, Rumah 2 Lantai Jadi Incaran

Bekasi Jadi Lokasi Favorit Pencari Properti, Rumah 2 Lantai Jadi Incaran

Wildan Alghofari - detikProperti
Kamis, 12 Feb 2026 15:28 WIB
Ilustrasi Rumah.
Foto: Ezequiel Demaestri via Freepik
Jakarta -

Bekasi masih menjadi salah satu primadona kawasan para pencari properti. Masyarakat melihat Bekasi memiliki faktor infrastruktur dan sarana penunjang sebagai salah satu kawasan properti yang terintegrasi. Kawasan penyangga Jakarta ini tetap menjadi incaran pekerja industri, keluarga muda, hingga pembeli rumah pertama yang mencari alternatif hunian dengan harga lebih realistis.

Sektor properti juga menjadi penunjang roda perekonomian di Bekasi yang sudah lebih dulu berkembang dengan banyaknya perusahaan manufaktur nasinonal juga multinasional. Infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari jaringan tol hingga konektivitas logistik dan transportasi publik, turut memperkuat daya tarik kawasan ini.

General Manager Harmoni Park Group, Ardian Hendra, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah ikut berpengaruh terhadap sektor properti. Salah satunya tercermin dari kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi pada 2025 yang dinilai dapat mendorong daya beli masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi, UMK Bekasi tahun 2025 juga naik cukup signifikan. Kenaikan ini diharapkan mendorong daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap sektor properti," ujar Ardian dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Selain faktor ekonomi, kebijakan pemerintah juga menjadi salah satu penopang pasar. Insentif seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah dan keringanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dinilai membantu meringankan beban pembelian rumah, khususnya bagi segmen pembeli pertama.

ADVERTISEMENT

Menurut Ardian, kombinasi pertumbuhan ekonomi dan insentif fiskal membuka peluang bagi pengembang untuk tetap menghadirkan hunian di segmen terjangkau. Beberapa proyek di Bekasi masih memasarkan rumah dengan harga mulai Rp 300 jutaan hingga Rp 800 jutaan, dengan skema cicilan yang disesuaikan kemampuan konsumen.

"Insentif ini cukup membantu karena bisa memangkas beban awal pembelian. Di saat yang sama, bank juga cukup agresif menawarkan KPR dengan skema kompetitif," katanya.

Sejumlah pengembang memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan program pemasaran pada awal 2026. Salah satunya melalui, kata Ardian adalah Harmoni Spekta 2026 yang berlaku hingga pertengahan tahun. Program ini mencakup berbagai kemudahan pembayaran, termasuk uang muka ringan dan dukungan pembiayaan dari perbankan.

Dari sisi produk, rumah tapak dua lantai dengan luas bangunan kecil hingga menengah masih mendominasi pasar Bekasi. Tipe ini dinilai sesuai dengan kebutuhan keluarga muda dan pekerja industri yang mencari hunian pertama dengan akses relatif dekat ke tempat kerja maupun jalur transportasi.

Secara umum, tren properti Bekasi pada 2026 diperkirakan masih bertumpu pada segmen end-user. Permintaan lebih banyak datang dari pembeli yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal, bukan semata investor jangka pendek.




(zlf/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads