Gen Z & Milenial Ubah Peta Properti, Rumah 3 Kamar Jadi Standar Baru

Gen Z & Milenial Ubah Peta Properti, Rumah 3 Kamar Jadi Standar Baru

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 13 Feb 2026 07:30 WIB
Gen Z & Milenial Ubah Peta Properti, Rumah 3 Kamar Jadi Standar Baru
Ilustrasi pintu kamar tidur. Foto: Luke Caddy/Unsplash
Jakarta -

Saat ini peminat terbesar rumah tapak (landed housing) adalah masyarakat kelas menengah. Banyak pengembang (developer) beralih untuk membangun perumahan yang sesuai dengan pasar.

Salah satu tren yang ditemukan saat ini adalah semakin banyak rumah-rumah tersedia 3 kamar. Menurut Senior Director of Strategic Consulting JLL Indonesia, pergeseran tren ini didasari pada permintaan bentuk rumah yang compact, yakni dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau dulu banyak yang 2 bed room (kamar tidur), sekarang 3 bed room. Melihat adanya penyesuaian target pasar. Jadi kalau kita lihat, untuk Gen Z dan milenial, mereka itu biasanya untuk rumah itu, at least kebutuhan dasarnya terpenuhi," katanya dalam acara JLL Media Briefing, di Jakarta pada Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya kamar ini dipakai sebagai kamar orang tua dan anak-anak. Sisanya adalah ruang berkumpul. Memang dengan banyaknya kamar dan dengan lahan yang semakin terbatas, secara tidak langsung mengurangi ruang terbuka di rumah. Namun, kembali ke tujuan awal, kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Selain itu, banyak calon pembeli mencari rumah saat ini mencari hunian yang memberikan mereka privasi.

ADVERTISEMENT

Ketika ingin berkumpul dengan teman dan kerabat, banyak yang memilih bertemu di luar, seperti mal, restoran, atau ruang berkumpul lainnya.

"Untuk di kelas ini (menengah), mereka biasanya rumah itu lebih private ya. Artinya untuk keluarga inti. Sosialisasi biasanya mereka lebih banyak di luar. Jadi memang fokusnya, rumah lebih private sehingga memang tidak perlu space yang terlalu luas," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data JLL Indonesia Media Briefing 2Q25 rumah yang paling banyak terjual sepanjang 2025 adalah yang harganya cocok untuk kelas menengah, yakni berkisar Rp 600 juta hingga Rp 1,3 miliar (48 persen). Disusul rumah-rumah di bawah Rp 600 juta (27 persen), rumah Rp 1,3-2 miliar (12 persen), dan rumah seharga Rp 2-3 miliar (8 persen). Sementara itu, rumah yang harganya lebih dari Rp 3 miliar paling sedikit terjual atau hanya sekitar 5 persen.

"Pada paruh kedua tahun 2025, pasar landed housing di Greater Jakarta menunjukkan kinerja yang stabil melalui keseimbangan yang sehat antara peluncuran proyek baru dan permintaan. Penyerapan tetap selaras dengan peluncuran proyek baru, sehingga menghasilkan kinerja penjualan yang stabil dan sehat," kata Head of Research JLL Indonesia, James Taylor.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads