Bisnis kos-kosan tengah menjamur di kota-kota besar, termasuk di Jakarta. Tidak hanya menawarkan kosan yang harganya ramah di kantong bagi mahasiswa, tapi hadir juga kosan eksekutif untuk kalangan atas.
Agar bisnis kos-kosan laris manis, penting untuk menentukan lokasi yang strategis seperti di dekat perkantoran atau kampus. Selain itu, harga yang ditawarkan juga perlu disesuaikan agar calon penyewa tidak melirik ke kosan lain.
Namun, mengelola kos-kosan tak sekadar menyediakan kamar yang jumlahnya banyak, tapi juga penting menyediakan fasilitas yang oke. Semakin lengkap fasilitasnya, maka kosan tersebut bisa jadi incaran banyak orang, mulai dari mahasiswa sampai karyawan kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengamat properti sekaligus Director of Investment Global Investment Steve Sudijanto, fasilitas utama yang wajib ada dalam kamar kosan adalah perabotan, mulai dari tempat tidur, lemari pakaian, dan meja kecil.
Apabila membangun kos-kosan eksekutif yang sedang booming saat ini, Steve menyebut setiap kamar wajib menyediakan AC, water heater, kamar mandi dalam, TV, dan parkiran mobil.
"Untuk kos-kosan eksekutif itu sekarang sudah wajib ada AC, water heater, kamar mandi di dalam, dan parkiran mobil. Perlu juga fasilitas laundry agar penghuni bisa mencuci pakaian, bisa pakai jasa pihak ketiga alias laundry kiloan," kata Steve saat dihubungi BeritaKlik, Jumat (13/2/2026).
Namun, ada satu fasilitas yang menurut Steve wajib dimiliki setiap kosan, baik kosan murah meriah hingga eksklusif, yakni kamera pengawas atau CCTV. Alat ini tidak hanya sekadar merekam lingkungan kosan selama 24 jam, tapi juga meminimalisir terjadinya pencurian.
Sudah ada banyak kasus kemalingan yang terjadi di kosan. Adapun sejumlah barang penghuni kosan yang sering hilang, mulai dari sepatu, pakaian, laptop, hingga HP. Steve menilai dengan adanya kamera CCTV dapat menjaga keamanan kosan agar tidak terjadi kemalingan lagi.
"Sekarang itu rumah kos-kosan wajib dijaga keamanannya dengan CCTV, bila perlu juga ada satpam supaya lebih aman," tuturnya.
Faktor kebersihan lingkungan juga menjadi kunci utama agar kos-kosan bisa laris manis. Apabila lantai kosan bersih, pencahayaan terang, dan tersedia banyak tempat sampah turut menambah nilai jual dari kos-kosan tersebut.
Bagaimana dengan harga? Steve mengungkapkan harga kosan juga dibedakan dari segmennya. Sebagai contoh, harga kosan di dekat kampus biasanya sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 1,5 juta per bulan. Tarifnya sengaja dibuat murah agar ramah di kantong mahasiswa.
"Kalau kos-kosan karyawan kantoran sekitar Rp 1-2 juta per bulan, sedangkan kos-kosan eksekutif itu bisa Rp 2,5-3 juta per bulan. Nah, kos-kosan eksekutif itu wajib ada AC, water heater, kamar mandi dalam, dan parkiran mobil sebagai bagian dari fasilitasnya," pungkas Steve.
Namun perlu diingat, tarif sewa kosan tidak bisa dipukul sama rata. Apabila kosan dibangun di tengah kota dan punya fasilitas lengkap, tentu harganya bisa lebih mahal.
(ilf/abr)










































