Nama miliarder Muslim Asif Aziz akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial, baik lokal dan internasional. Banyak narasi yang menyebutkan bahwa miliarder ini membeli sebuah gedung hotel di Inggris dan diubah menjadi Masjid setelah dirinya ditolak salat di gedung tersebut.
Kabar ini tidak sepenuhnya benar lho detikers. Dilansir The Sun, Asif Aziz telah membeli gedung Trocadero di London, Inggris sejak 2005. Pada 2011, gedung tersebut beroperasi sebagai hotel, tetapi hanya sebagian gedung saja yang digunakan.
Gedung Trocadero di London Foto: Rex Features via The Sun |
Pada 2015, ia mendirikan sebuah badan bernama Aziz Foundation. Lewat yayasan tersebut, taipan properti tersebut ingin menambahkan ruang salat di dalam gedung yang dapat menampung 1.000 jemaah di gedung tersebut pada 2020. Masjid tersebut hanya akan memakai 2 lantai di basement gedung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengajuan proposal tersebut diajukan bersamaan dengan pembukaan kembali gedung tersebut secara penuh. Sebab, pada 2011 gedung tersebut hanya beroperasi setengah saja. Alasan dibuatnya masjid adalah untuk melayani umat Muslim yang bekerja di daerah tersebut dan wisatawan yang mengunjungi London.
Proposal pembangunan masjid tersebut diketahui media. Tanpa adanya konfirmasi, media besar internasional, seperti The Sun, The Telegraph, Daily Mail, serta Express menerbitkan berita dengan narasi yang keliru. Dalam berita yang mereka buat, Aziz Foundation disebut hendak mengubah gedung bersejarah tersebut menjadi Masjid di tengah Inggris. Berita tersebut meledak hingga banyak pembaca yang meninggalkan komentar dan reaksi. Sayangnya mayoritas reaksi tersebut adalah kecaman dan komentar negatif. Rata-rata dari masyarakat yang tidak menyukai Islam.
Yayasan pun menarik proposal tersebut setelah melihat reaksi publik. Mereka pun memberi klarifikasi kepada media bahwa gedung tidak diubah seluruhnya menjadi Masjid, melainkan hanya 2 lantai di bawah saja.
Berselang 3 tahun, tepatnya pada 2023, rencana pembangunan masjid tersebut kembali ke permukaan setelah Dewan Kota Westminster mengizinkan proyek itu. Tidak disebutkan apakah yayasan mengajukan proposal ulang atau tidak setelah 2020 karena tiba-tiba Dewan kota menyetujui gedung bersejarah Trocadero diubah menjadi tempat ruang ibadah dan fasilitas untuk komunitas lokal.
Dalam pernyataannya, Dewan Kota Westminster hanya memperbolehkan pembangunan masjid untuk 390 jamaah saja. Nama tempat tersebut adalah 'Piccadilly Prayer Space' dan diresmikan di tahun yang sama dengan pintu masuk di Jalan Rupert.
Ruangan di gedung tersebut yang akan dipakai sebagai tempat salat hanya kurang dari 1,5 persen dari total luas bangunan. Area sholat akan dapat diakses pada hari kerja dari pukul 10 pagi hingga 7 malam.
Media yang sebelumnya sudah ditegur, kembali menuliskan berita soal proyek tersebut dengan catatan di atas artikelnya bahwa berita 3 tahun lalu ada kesalahan informasi.
Berdasarkan laporan media BritishWire, tempat ibadah 'Piccadilly Prayer Space' itu kini sudah beroperasi dan digunakan oleh umat Muslim di sana.
(aqi/das)












































