Umumnya kita dapati orang kaya, pebisnis sukses, atau orang terkenal memilih membangun rumah di lahan yang luas karena lebih private dan memenuhi segala kebutuhannya. Namun, berbeda dengan rumah milik pengusaha India Vijay Mallya. Ia membangun 'istana' di atas gedung pencakar langit.
Dilansir Real Estate, Vijay Mallya ingin rumah yang menyerupai Gedung Putih di Amerika. Pada saat membangun rumah tersebut, bisnisnya tengah sukses. Ia memiliki maskapai penerbangan penerbangan bernama Kingfisher Airlines dan merek bir Kingfisher. Pada saat itu, Kingfisher merupakan salah satu produk bir terlaris di India.
Vijay Mallya Foto: REUTERS/Simon Dawson |
Dengan kesuksesannya pada saat itu, membangun rumah di atas awan senilai US$ 30,8 juta atau sekarang setara dengan Rp 519 miliar (Rp 16.881) di atap kompleks apartemen 33 lantai di atas jalanan Bengaluru, India, bukan masalah besar. Bahkan dia tidak meminta arsitek dan tim pembangunannya berhemat untuk mewujudkan rumah impiannya ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan 'White House in The Sky' ini dimulai pada awal tahun 2010-an. Luas rumahnya sekitar 3.716 meter persegi. Lengkap dengan kolam renang (infinity pool) yang mewah, taman yang rimbun layaknya di rumah-rumah tapak, hingga helipad di atap.
Jangan tanya soal desain rumahny, dari jauh saja fasadnya mirip dengan gedung putih di AS. Dengan sayap kanan kiri persegi dan pintu masuk yang dibuat berkanopi cembung ke depan.
Fasad rumahnya dihiasi banyak pilar atau tiang-tiang putih yang menjulang hingga ke lantai dua. Jendela-jendelanya besar, tinggi, dan megah. Rumahnya terdiri dari 3 lantai dengan bagian atas terdapat rooftop.
Ketua Prestige Estates Projects Irfan Razack yang diberi kepercayaan untuk membangun rumah tersebut mengungkapkan desain kantilever tersebut merupakan sebuah uji coba. Beruntungnya, tim mereka dapat menyelesaikannya sesuai dengan keinginan klien.
"Membangun rumah besar di atas struktur kantilever yang sangat tinggi itu merupakan tantangan, tetapi kami telah memastikan bahwa kami membangunnya persis seperti yang direncanakan. Ini adalah struktur yang kompleks, dan pekerjaan penyelesaian sedang berlangsung," kata Irfan Razack seperti yang dikutip BeritaKlik pada Jumat (20/2/2026).
Pembangunan Rumah Tidak Pernah Selesai
detikers mungkin mengira rumah ini selesai dan ada orang yang tampak bahagia menempatinya? Sayangnya, itu tidak pernah terjadi. Sebelum rumahnya selesai, padahal sisa sedikit lagi, kerajaan bisnis yang dibangun oleh Vijay Mallya runtuh.
Mallya melarikan diri ke Inggris pada 2016 untuk menghindari segudang masalah hukum terkait dengan kebangkrutan perusahaannya, Kingfisher Airlines, pada tahun 2012.
Sejak itu tidak ada yang muncul untuk membeli atau menyelesaikan pembangunan rumah di atas awan tersebut.
Setelah hampir 1 dekade melarikan diri, Vijay Mallya dinyatakan kalah banding pada April 2025 dan ia harus pulang ke India. Namun, tentu ia tidak akan tinggal di rumah tersebut karena belum selesai dibangun.
Kini, bangunan tersebut masih ada bertengger bak mahkota apartemen 33 lantai. Meskipun rumahnya adalah ide gila yang pernah ada di dunia, harga pembangunannya tetap tidak mengalahkan harga rumah termahal di India yang sampai sekarang masih dipegang oleh keluarga Ambani.
(aqi/das)










































