Bos Lippo Mochtar Riady berencana menjual One Raffles Place, salah satu gedung pencakar langit tertinggi di kawasan pusat bisnis (CBD) Singapura.
Dilansir dari Forbes, penjualan One Raffles Place diusulkan oleh pemiliknya, OUE REIT dan United Overseas Bank. Rencana tersebut pertama kali dilaporkan oleh Business Times dan diperkirakan nilai keseluruhan properti mencapai 2,4 miliar dolar Singapura atau setara Rp 31,89 triliun (kurs Rp 13.291).
Untuk diketahui, OUE REIT adalah unit manajemen properti Singapura dari OUE Ltd keluarga Riady. Unit manajemen tersebut dijalankan oleh anak Mochtar Riady, yaitu Stephen. Kepemilikan efektif OUE REIT atas gedung itu sekitar 68 persen dengan nilai 1,9 miliar dolar Singapura atau Rp 25,23 triliun per akhir Desember 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
One Raffles Place Foto: One Raffles Place |
Manajer REIT mengatakan pada Jumat (20/2) bahwa pemilik One Raffles Place sedang melakukan survei untuk mengukur minat pasar akan properti tersebut. Ia menyebut tidak ada jaminan perjanjian yang mengikat atau transaksi apa pun akan terealisasi.
"Manajer akan menentukan tindakan yang tepat pada waktunya dengan mempertimbangkan hasil dari evaluasi dan kepentingan terbaik dari semua pemegang unit OUE REIT," katanya dikutip dari Forbes, Senin (23/2/2026).
One Raffles Place adalah gedung yang terdiri dari menara perkantoran setinggi 62 lantai, blok 38 lantai, dan podium retail 6 lantai. Luas ruang sewa properti itu lebih dari 65.000 meter persegi. Penjualan properti ini ditangani oleh konsultan properti CBRE dan JLL bersama.
Perusahaan ingin melepas One Raffles Place di tengah minat investor yang kuat. Mengingat volume investasi Singapura akan hotel, perkantoran, dan retail meningkat 18 persen menjadi 33,9 miliar dolar Singapura pada 2025. Volume itu merupakan yang tertinggi selama delapan tahun akibat suku bunga yang lebih rendah di Singapura, menurut CBRE.
"Ada permintaan yang kuat dari investor institusional untuk aset CBD kelas A berkualitas tinggi dengan pasokan baru yang terbatas dan permintaan yang kuat," kata Vijay Natarajan, seorang analis di RHB Bank di Singapura.
Ia menyebut Singapura mengalami arus masuk modal yang kuat karena dolar Singapura dipandang sebagai mata uang tempat yang aman.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)












































