Bayangkan lagi enak tidur tengah malam tiba-tiba terbangun karena ada suara berisik tetangga pakai megafon, tentunya ini sangat menyebalkan. Sesudah pakai megafon, ucapan yang keluar justru penuh sumpah serapah.
Ini yang dialami puluhan warga di Kaoshiung, Taiwan. Bukan satu-dua hari, mereka mengalaminya selama nyaris dua tahun.
Dilansir dari Focus Taiwan, wanita bernama Chen ini sering kali mengganggu tetangga sekitar dengan berteriak atau memainkan rekaman yang berisi kata-kata kasar melalui megafon atau alat pengeras suara. Ia melakukannya dari tengah malam hingga pagi hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chen, yang tinggal di Distrik Cianjhen, tampaknya memiliki hubungan yang buruk dengan para tetangga. Ia mulai mengganggu tetangga sekitar pada Mei 2023 hingga Februari 2025, setidaknya dua sampai tiga kali seminggu.
Kelakukannya itu tidak hanya bikin jengkel tetangga dekat rumahnya, tapi hampir di sekitar wilayah rumahnya. Alhasil, kasus Chen ini akhirnya sampai di meja hijau.
Selama interogasi awal oleh Kejaksaan Distrik Kaoshiung, Chen membantah melakukan kesalahan apa pun dan mengklaim bahwa tetangganya yang pertama kali mengganggunya. Tapi selama persidangan di Pengadilan Distrik Kaoshiung, ia mengubah pengakuannya dan mengakui kesalahannya.
Akhirnya, pengadilan menyatakan Chen bersalah karena tindakannya itu melanggar hak dan kesehatan masyarakat tempat ia tinggal. Pada 30 Januari 2026, Chen pun dijatuhi hukuman tiga bulan penjara yang dapat diubah menjadi denda karena ia tak memiliki catatan kriminal dan telah mengakui kesalahannya.
(abr/das)










































