Industri properti di Indonesia diperkirakan terdampak perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Meski demikian, pengembang meyakini sektor perumahan masih tetap terkendali.
Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto mengatakan perang biasanya menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga biaya logistik akan meningkat. Harga rumah pun akan sedikit bertambah.
"Dampak yang awal adalah pasti kalau itu kaitannya dengan bahan bakar. Ketika itu kaitannya ini kan berarti naik dari sisi biaya logistik," kata Joko usai kegiatan Buka Puasa REI bersama 2.000 Anak Yatim di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kenaikan biaya bangunan terhadap biaya logistik tidak sampai 10 persen sehingga harga rumah masih terukur. Ia menjelaskan porsi bangunan rumah sebesar 35 persen dari harga jual. Kenaikan 10 persen dihitung dari porsi tersebut.
Kenaikan biaya berlaku pada bahan baku yang sangat mengandalkan transportasi. Sementara itu, saat ini sudah banyak sumber daya alam atau produsen bahan bangunan dekat kawasan pengembangan properti. Apalagi hanya sedikit bahan baku impor digunakan buat bangun rumah.
"(Kenaikan harga rumah) masih terkelola, masih terukur lah. (Nggak sampai melonjak tinggi?) Tidak," ucapnya.
Begitu juga dengan potensi kenaikan suku bunga, menurutnya tidak akan terlalu besar. Ia pun berharap pemerintah mampu memonitor kenaikan suku bunga.
"Kalau kita melihat terhadap suku bunga ada kenaikan, saya rasa kenaikan pun juga relatif tidak besar," ucapnya.
Joko juga berharap pemerintah menyiapkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi para pemangku kepentingan.
"Kita berharap yang pertama pastinya kondisi geopolitik ini bisa tidak berlarut-larut, tidak lama, sehingga yang menjadi tekanan itu semakin bisa terukur," ucapnya.
Selain itu, konflik di Timur Tengah tidak mengganggu proyek pengembangan perumahan. Pengembang yang sedang membangun akan fokus agar tetap produktif. Para investor pun akan mendorong pemerintah memberikan respons positif untuk menjaga sektor perumahan.
Di sisi lain, sektor perumahan sudah berulang kali mengalami kondisi ekstrem seperti krisis moneter 1998 dan COVID-19. Semuanya terlewati dan sektor perumahan masih bisa bertumbuh.
"Nyatanya toh kita masih bisa bertumbuh," tuturnya.
Hal itu disampaikan usai kegiatan Buka Bersama REI bersama 2.000 Anak Yatim. Pada kesempatan itu, REI membagikan makanan buka puasa untuk anak-anak dari sepuluh panti asuhan dan yayasan di daerah Jakarta.
Lalu, turut hadir juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Ia ikut serta memberikan sumbangan kepada anak yatim.
Sebelumnya diberitakan, Head of Research Services Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengatakan akibat konflik di Timur Tengah, bisa membuat material impor harganya melambung. Ini bisa terjadi apabila nilai tukar Rupiah melemah karena ketidakpastian global yang memicu aliran dana keluar menuju aset yang aman seperti emas, obligasi, dan lainnya.
"Pelemahan kurs meningkatkan biaya material impor seperti elevator, façade system, HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), serta komponen teknis gedung bertingkat lainnya yang sifatnya high-tech," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Apabila pelemahan nilai rupiah cukup tajam dan permintaan pasar melambat, pengembang cenderung menunda meluncurkan proyek baru. Mereka akan fokus pada penjualan stok yang ada serta penyesuaian spesifikasi untuk mengendalikan biaya. Tapi untuk proyek yang sudah berjalan akan tetap dilanjutkan demi menjaga arus kas dan kredibilitas perusahaan.
Selain itu, konflik tersebut juga mendorong kenaikan harga minyak dunia kalau mengganggu jalur distribusi energi global. Indonesia, yang saat ini masih mengimpor minyak, rentan terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan biaya transportasi dan logistik. Inflasi yang meningkat akan mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat atau mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)









































