Sebuah gedung apartemen mewah ultra modern di kota bersejarah Florence menuai kontroversi besar. Bangunan yang dijuluki 'Black Cube' itu dikecam warga dan pengamat karena desainnya dinilai merusak lanskap arsitektur klasik kota Renaisans dan bahkan berpotensi mengancam status kota sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.
Dilansir dari The Telegraph News, Senin (9/3/2026), blok apartemen mewah yang secara resmi bernama Teatro Luxury Apartments tersebut berdiri tak jauh dari Sungai Arno dan langsung mencolok di antara deretan bangunan klasik berwarna krem dan kuning yang selama berabad-abad menjadi ciri khas kota itu.
Bangunan modern berbentuk kubus dengan fasad logam gelap mengkilap itu bahkan dijuluki warga sebagai Kubus Hitam. Banyak warga menganggap desainnya terlalu kontras dengan lanskap kota yang identik dengan arsitektur Renaisans yang elegan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apartemen 'Black Cube' yang dikecam warga karena desain bangunannya mengganggu penampilan kota renaisans. Foto: via The Telegraph |
Warga setempat menilai bahwa bangunan tersebut tidak cocok berdiri mencolok di antara gedung-gedung dan bangunan klasik yang menjadi wajah bagi kota Florence.
"Beberapa orang mungkin mengatakan itu adalah arsitektur modern yang indah jika berdiri sendiri. Masalahnya adalah bangunan itu sama sekali tidak sesuai dengan konteksnya di sini," ujar salah satu warga, Stefano Pieri dikutip dari The Telegraph News.
Kontroversi tersebut bahkan memicu penyelidikan hukum. Jaksa di Florence menginterogasi sedikitnya 12 orang yang terlibat dalam proses pembangunan gedung tersebut. Mulai dari arsitek hingga pejabat pemerintah kota, untuk menelusuri dugaan penyimpangan dalam proses perizinan, zonasi, dan perencanaan pembangunan.
Gedung yang dikelola oleh jaringan hotel Starhotels itu berdiri di bekas lokasi gedung opera teater, Teatro Comunale. Apartemen mewah tersebut menyediakan sekitar 150 unit hunian sewa jangka pendek lengkap dengan restoran, spa, serta parkir bawah tanah yang ditujukan bagi mahasiswa internasional dan profesional berpenghasilan tinggi.
Melansir Express UK News, keberadaan bangunan tersebut kini juga memicu kekhawatiran bahwa lanskap kota bersejarah Florence bisa terancam, bahkan berpotensi kehilangan statusnya sebagai situs Warisan Dunia yang diberikan oleh UNESCO sejak 1982.
"Bangunan itu benar-benar jelek, sama sekali tidak sesuai dengan lanskap kota Florence dan mungkin melanggar aturan tentang ketinggian," kata mantan kepala Galeri Uffizi kota dan anggota dewan oposisi, Eike Schimdt.
Schimdt juga mengatakan bahwa dirinya akan mengajukan gugatan pengaduan kepada UNESCO karena berdirinya bangunan itu. Ia tidak ingin Florence kehilangan statusnya sebagai warisan dunia karena bangunan itu merusak penampilan kota.
Anggota dewan itu menilai UNESCO dapat memberi tekanan kepada pemerintah kota agar mengubah material bangunan, sekaligus menurunkan ketinggian blok apartemen tersebut. Hal ini agar bangunan tersebut kembali lebih selaras dengan lanskap arsitektur Florence.
Penolakan terhadap bangunan tersebut juga datang dari kalangan aristokrat lokal. Sebanyak 16 keluarga bangsawan lama di Florence bahkan menandatangani surat terbuka kepada wali kota yang menyerukan moratorium pembangunan proyek hunian mewah serupa di sekitar pusat kota bersejarah.
Penolakan publik terhadap bangunan itu juga sangat besar. Survei media lokal menunjukkan hanya sekitar 4 persen warga yang menyukai desain gedung tersebut, sementara hampir 72,8 persen responden bahkan menyerukan agar bangunan tersebut dibongkar karena dianggap merusak pemandangan kota bersejarah.
Kontroversi ini sensitif karena Florence dikenal sebagai kota yang sangat ketat menjaga warisan arsitekturnya, termasuk bangunan ikonik seperti Palazzo Vecchio dan kubah katedral karya Filippo Brunelleschi. Di kota ini, bahkan perubahan kecil seperti warna tirai jendela pun harus melalui proses perizinan panjang.
Kini, warga mempertanyakan bagaimana sebuah bangunan modern dengan desain kontras bisa mendapat izin berdiri di jantung kota Renaisans tersebut. Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, apartemen 'kubus hitam' justru menjadi perdebatan antara modernisasi kota dan perlindungan warisan sejarah yang telah bertahan selama berabad-abad.
(zlf/zlf)










































