Pakar Sebut Rob Bukan Penyebab Utama Harga Rumah di Jakut Turun Ratusan Juta

Pakar Sebut Rob Bukan Penyebab Utama Harga Rumah di Jakut Turun Ratusan Juta

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Jumat, 13 Mar 2026 09:30 WIB
Ilustrasi Rumah.
Ilustrasi rumah. Foto: Ezequiel Demaestri via Freepik
Jakarta -

Harga rumah gedong di Jakarta Utara (Jakut) mengalami penurunan harga hingga ratusan juta. Alasannya bukan hanya ancaman rob, faktor ekonomi juga berpengaruh.

Di kawasan Jakarta Utara cukup sering terjadi banjir rob. Ditambah lagi, adanya penurunan muka tanah di wilayah utara yang membuat istilah 'Jakarta Tenggelam' semakin lama semakin nyata.

Menurut CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, 'Jakarta Tenggelam' memang bisa jadi faktor penurunan harga rumah di Jakarta Utara, khususnya tipe 121-200. Tapi, itu bukanlah faktor utamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya faktor Jakarta tenggelam mungkin bisa, tapi bukan faktor utama. Saat ini hampir semua wilayah terdampak perlambatan ekonomi dan semakin banyak yang exit strategy dengan menjual beberapa asetnya sehingga pasokan juga banyak," katanya kepada BeritaKlik, Kamis (12/3/2026).

Penurunan harga rumah ini tidak berlaku untuk rumah primer atau rumah baru karena sejak awal tahun harganya masih stagnan.

ADVERTISEMENT

Ali mengatakan, sejauh ini penurunan harga rumah di Jakarta Utara belum ada yang alasannya karena penjual butuh uang alias BU. Namun kalau ketidakpastian ekonomi terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan berpengaruh ke harga penjualan rumah.

"Belum ada indikasi penjualan BU, namun kalau ekonomi dan ketidakpastian makin tinggi, mungkin ke depan akan berdampak juga ke harga," tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Pinhome dalam Indeks Harga Jual Properti Kuartal 4 2025, harga rumah tipe 121-200 di Tanjung Priok Rp 3,3 miliar. Padahal, dalam periode yang sama pada 2024, harga rumah tipe tersebut Rp 3,5 miliar. Artinya, dalam kurun waktu satu tahun, indeks harga rumah tipe tersebut mengalami penurunan sekitar 5 persen atau sebesar Rp 200 juta.

Itu tidak hanya terjadi di Tanjung Priok, Cilincing pun juga mengalami hal yang sama. Pada kuartal 4 2025, rumah tipe 121-200 di Cilincing harganya Rp 1,7 miliar. Padahal dalam periode yang sama pada 2024, indeks harga rumahnya Rp 1,8 miliar atau terjadi penurunan sekitar 5 persen.

Sementara jika dibandingkan per kuartal, indeks harga rumah di Jakarta Utara juga mengalami penurunan untuk tipe 121-200 di Tanjung Priok dan Cilincing pada kuartal 4 2025 dibandingkan kuartal 3 2025.

Di Tanjung Priok, rumah tipe 121-200 dari Rp 3,4 miliar turun jadi Rp 3,3 miliar atau turun 3 persen. Sementara itu, rumah tipe 121-200 di Cilincing harganya turun dari Rp 1,75 miliar menjadi Rp 1,7 miliar atau turun 3 persen.

Penurunan indeks harga rumah kuartal 4 2025 dengan kuartal 3 2025 terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap banjir rob pada akhir tahun 2025, ketika BMKG dan BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan potensi pasang maksimum air laut akibat fase Bulan Purnama dan perigee (titik terdekat bulan ke bumi). Risiko lingkungan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi persepsi pembeli, khususnya pada segmen menengah.

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads