Umumnya rumah warga yang digusur karena pembangunan proyek, akan diratakan dengan tanah dan warga mendapat uang ganti rugi. Namun, seorang warga India, Sukhpreet Singh, tidak mau rumahnya dihancurkan, ia memilih memindahkan tempat tinggalnya.
Cara memindahkan rumah ini, dilansir The Tribune, dengan menggunakan dongkrak hidrolik dan dinaikkan ke jalur bata panjang layaknya jalur kereta api.
Ia menyewa kontraktor khusus dari distrik Moga dengan biaya sekitar Rp 190 juta untuk memindahkan bangunan. Namun, diprediksi masih ada biaya tambahan lainnya hingga pemindahan selesai. Rumah ini dipindahkan sejauh 91 meter dan dipindahkan dengan kecepatan 2,5-3 meter per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah tersebut terdiri dari 2 lantai seluas sekitar 140 meter persegi. Di dalamnya terdapat 5 kamar, 2 lobi, dapur, dan 2 kamar mandi. Di halaman rumah juga terdapat kandang hewan.
Sukhpreet Singh sudah membangun rumah tersebut sejak 2017 di Desa Sandhu Kalan. Lalu, lahan pertanian mereka sekitar 2.529 meter persegi dan 303 meter persegi harus direlakan untuk pembangunan jalan raya.
Mereka sudah mendapatkan uang ganti rugi sebesar Rp 1,1 miliar (Kurs 1 lakh = 100.000 rupee) sebagai kompensasi atas tanah dan rumah mereka. Namun, anggota keluarganya menolak jika rumah mereka digusur.
"Kami menyerahkan lahan tersebut untuk pembangunan jalan raya. Namun, ketika petugas datang untuk merobohkan rumah, beberapa anggota keluarga kami naik ke atas menara listrik tegangan tinggi sebagai bentuk protes. Pihak administrasi kemudian menjamin kami akan mendapatkan kompensasi dan waktu untuk memindahkan rumah," katanya seperti yang dikutip BeritaKlik pada Sabtu (14/3/2026).
Pemindahan fisik rumah sudah dimulai sejak Desember 2025. Bangunan sudah bergerak sekitar 30 meter dari titik awal rumah, menurut laporan pada Rabu (28/1/2026). Kontraktor memperkirakan proses ini akan memakan waktu dua bulan lagi atau akan rampung Maret 2026.
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kontraktor akan menanggung biayanya sehingga ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Sukhpreet Singh menambahkan bahwa seluruh proses mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
(aqi/das)










































