Ibu Kota Nusantara (IKN) kedatangan 3 investor baru untuk pengembangan ekosistem hunian dan aktivitas perekonomian di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 1,275 triliun.
Otorita IKN (OIKN) menyebutkan telah menandatangani tiga perjanjian kerja sama, yakni dengan PT Hauptstadt Indonesia Borneo, PT Starbright International Investment, dan PT Oceans Resto Nusantara. Selain itu, ada pula adendum perjanjian kerja sama dilakukan dengan PT Balikpapan Ready Mix dan PT Citadel Group Indonesia sebagai tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 185/PUU-XXII/2024.
Penandatanganan ketiga perjanjian kerja sama ini mencakup pengembangan hunian dan berbagai fasilitas penunjang aktivitas kawasan, seperti apartemen, perkantoran, restoran, kafetaria, hingga sport center.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para pelaku usaha yang terus menunjukkan komitmennya untuk berinvestasi di IKN. Ia menambahkan dengan pembangunan yang terus berjalan, hingga dua tahun ke depan IKN bisa semakin ramai.
"Saya berterima kasih atas kepercayaan dari bapak ibu sekalian untuk membangun investasi di IKN. Kami sampaikan bahwa di sini kami masih membutuhkan sektor perhotelan, termasuk logistik atau restoran. Apalagi, dengan adanya SMA Taruna Nusantara yang akan beroperasi tahun ini. Kalau sudah melihat, mulai dibangun juga kawasan yudikatif dan legislatif. Jadi, ini akan menjadi crowd kita melalui ekosistem perkotaan yang akan bertambah sampai dengan tahun 2028," ujar Basuki seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Investasi yang terus masuk hingga kini tidak terlepas dari kemudahan berusaha serta percepatan proses perizinan bagi para pelaku usaha yang berinvestasi di kawasan Nusantara. Basuki menilai bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pelaku usaha untuk menjajaki berbagai peluang bisnis di Ibu Kota Nusantara.
"Kami akan mendukung apapun yang dibutuhkan. Tidak perlu takut terkait proses perizinan, apalagi izin mendirikan bangunan. Insyaallah, akan kami dukung, termasuk memberikan proses percepatan perizinan bagi bapak ibu sekalian yang melakukan investasi disini (Ibu Kota Nusantara). Ini adalah waktu yang terbaik untuk melakukan investasi di Nusantara," lanjutnya.
Sementara itu, mengenai pelaku usaha yang menandatangani kerja sama pada kesempatan ini, PT Starbright International Investment, mereka merupakan perusahaan yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd. Mereka akan mengembangkan apartemen suite, restoran, ritel, serta kawasan perkantoran. Pembangunan dijadwalkan akan dimulai pada kuartal II tahun 2027.
PT Hauptstadt Indonesia Borneo disebut akan membangun kafe bergaya pesawat terbang dengan konsep lounge and mini sport. Pembangunan direncanakan akan dimulai pada kuartal III tahun 2026. Adapun, PT Oceans Resto Nusantara, sebagai salah satu restoran seafood terkemuka di Balikpapan, akan memulai perencanaan pembangunan restoran pada kuartal II tahun 2026.
Kerja sama ini turut mendapatkan apresiasi dari Direktur Utama PT Starbright International Investment, Lu Keming. Ia menyampaikan keyakinannya terhadap prospek investasi dan pengembangan kawasan di Ibu Kota Nusantara.
"Sebagai Presiden pendiri Kamar Dagang untuk Hainan, kami akan secara aktif mempromosikan proyek investasi di Ibu Kota Nusantara untuk menarik lebih banyak investor dan memulai bisnis disini. Kami bersyukur dan merasa terhormat mendapat kesempatan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami optimis dengan adanya Ibu Kota Nusantara ini, yang akan menjadi kota terindah di dunia," tuturnya.
(aqi/abr)










































