Hotel Berusia 1 Abad Ini Lagi Cari Pemilik Baru, tapi Biaya Renovasinya Rp 175 M

Hotel Berusia 1 Abad Ini Lagi Cari Pemilik Baru, tapi Biaya Renovasinya Rp 175 M

ilham fikriansyah - detikProperti
Sabtu, 21 Mar 2026 18:01 WIB
Hotel Berusia 1 Abad Ini Lagi Cari Pemilik Baru, tapi Biaya Renovasinya Rp 175 M
Chateau Tongariro di Selandia Baru. Foto: Wikimedia Commons/CCA 2.0/Herry Lawford
Jakarta -

Ada sebuah hotel klasik di Selandia Baru yang memiliki pemandangan indah dan punya sejarah panjang, namanya Chateau Tongariro. Bangunan yang telah berusia satu abad ini tengah mencari pemilik baru setelah dibiarkan terbengkalai selama beberapa tahun.

Chateau Tongariro bukan sekadar hotel klasik, tapi merupakan salah satu objek wisata terpopuler di Selandia Baru. Tempat penginapan ini menghadap langsung ke lapangan ski Whakapapa di Taman Nasional Tongariro, sehingga menawarkan pemandangan yang indah.

Berdiri sejak 1929, Chateau Tongariro menjadi tempat penginapan favorit bagi para wisatawan lokal maupun asing yang ingin bermain ski. Hotel ini juga menawarkan lanskap Gunung Ruapehu yang indah karena tertutup salju di bagian puncaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, hotel mewah ini terpaksa ditutup pada Februari 2023 karena dinilai 'berisiko sangat tinggi' mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Alhasil, Chateau Tongariro sudah tidak beroperasi selama beberapa tahun terakhir.

Chateau Tongariro, hotel klasik berusia seabad di Selandia Baru.Chateau Tongariro di Selandia Baru. Foto: Wikimedia Commons/CCA 3.0/Andreas König

Sejak hotel tersebut ditutup, pemilik sebelumnya Kah Corporation Ltd yang berbasis di Malaysia, menyerahkan berkas-berkas kepemilikan bangunan tersebut kepada Departemen Konservasi (DoC) Selandia Baru.

ADVERTISEMENT

DoC lalu melakukan investigasi ulang pada 2024 dan mengatakan butuh renovasi total agar Chateau Tongariro bisa kembali beroperasi sebagai hotel. Masalahnya, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit.

Dilansir dari The New Zealand Herald, pihak DoC memperkirakan butuh biaya sebesar US$ 10,5 juta atau sekitar Rp 175 miliar (kurs Rp 16.900) untuk memperbaiki struktur bangunan agar tahan gempa bumi. Angka tersebut belum termasuk biaya pemeliharaan gedung yang mencapai US$ 2 juta (Rp 33,7 miliar) per tahun.

Biaya renovasi dan pemeliharaan gedung yang mahal membuat Chateau Tongariro cukup kesulitan mencari pemilik baru. Sampai sekarang, hotel klasik yang dijuluki 'Istana Buckingham New Zealand' itu masih belum bisa menerima tamu.

Hotel Klasik yang Jadi Penggerak Ekonomi Warga Sekitar

Chateau Tongariro, hotel klasik berusia seabad di Selandia Baru.Chateau Tongariro, hotel klasik berusia seabad di Selandia Baru. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/W. Bulach

Semenjak Chateau Tongariro berhenti beroperasi, banyak masyarakat yang merasa rugi. Sebab, hotel ini menjadi salah satu penggerak ekonomi bagi warga sekitar karena kedatangan banyak wisatawan yang ingin bermain ski.

Sebelum ditutup, hotel tersebut dapat menghasilkan sekitar US$ 10 juta atau Rp 168,5 miliar per tahun bagi warga di kota Ruapehu. Angka yang sangat besar untuk sebuah kota kecil di Selandia Baru.

"Kami kehilangan banyak wisatawan yang datang ke daerah ini, terutama yang hanya ingin mengunjungi hotel ini dan Taman Nasional Tongariro. Jadi ini merupakan pukulan besar," kata Walikota Ruapehu, Weston Kirton, dikutip dari Stuff.

Chateau Tongariro memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah wisatawan yang datang ke Selandia Baru. Bangunan yang mengusung gaya Neo-Georgian ini memberikan kesan seperti istana di Eropa, sehingga terlihat megah dan klasik.

Bagian dalam hotel juga terasa mewah, terutama dengan kehadiran grand staircase atau tangga besar, mirip seperti hotel berbintang di Eropa. Ruang makannya juga terlihat luxury dengan chandelier, lalu ada lounge yang luas dengan jendela besar yang menghadap ke gunung.

Menteri Konservasi Selandia Baru Tama Potaka menyebut Chateau Tongariro bukan hanya sekadar tempat penginapan, tapi merupakan landmark bagi Selandia Baru. Tak heran jika sebanyak 15.000 orang telah menandatangani petisi agar hotel ini segera beroperasi kembali.

"Chateau Tongariro adalah landmark yang banyak dikunjungi warga Selandia Baru untuk liburan, perjalanan sekolah, dan wisatawan asing yang pertama kali mengunjungi Tongariro. Kini, kami masih melihat proposal dari para calon pemilik baru yang bisa menyeimbangkan komersial dengan nilai-nilai budaya dan adat, serta karakter unik Taman Nasional Tongariro," pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(ilf/ilf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads