Raja Charles III dikabarkan membeli sebuah properti senilai sekitar US$ 3,8 juta atau setara Rp 64 miliar (kurs Rp 16.970) di Wiltshire, Inggris. Pembelian ini dilakukan demi menjaga privasi sang istri, Ratu Camilla, dari potensi gangguan publik.
Properti yang dibeli tersebut berada tepat di sebelah rumah liburan Camilla yang telah dimilikinya selama 30 tahun. Rumah itu diketahui menjadi tempat peristirahatan pribadi yang jauh dari sorotan publik.
Dilansir dari New York Post, Senin (23/3/2026), Raja Charles memutuskan melakukan pembelian ini, setelah adanya kekhawatiran bahwa bangunan di sebelahnya akan dijadikan tempat sewa liburan dan lokasi pernikahan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendatangkan banyak pengunjung dan mengganggu ketenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kerajaan menilai keputusan ini sebagai langkah yang tepat dan masuk akal. Transaksi tersebut bukan hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga menjadi cara efektif untuk menjaga privasi, keamanan, serta kenyamanan Camilla di rumah yang sangat ia cintai, tanpa melibatkan dana publik.
Sebelumnya properti di sebelah rumah Camilla telah menarik ratusan pengunjung dari berbagai negara melalui platform sewa seperti Airbnb. Hal ini membuat situasi di sekitar rumah menjadi semakin ramai dan tidak nyaman.
Perwakilan Camilla bahkan telah beberapa kali mengajukan keberatan resmi terhadap rencana pengembangan properti di sebelah rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang terjadi sudah sangat mengganggu dan sulit untuk ditoleransi lagi bagi pihak Camilla.
Dilansir dari Elle Decor, properti yang dibeli Raja Charles diketahui bernama The Old Mill yang terletak di Reybridge, Wiltshire. Pembelian dilakukan melalui perusahaan Frisa Nominees Ltd yang terkait dengan pejabat senior Istana Buckingham. Dalam dokumen resmi, Charles tercatat sebagai orang dengan kendali penuh akan properti tersebut.
The Old Mill memiliki luas sekitar 456 meter persegi dengan fasilitas lengkap seperti empat kamar tidur, beberapa ruang tamu, serta pemandangan Sungai Avon. Selain menjaga privasi, pembelian ini juga dinilai sebagai langkah investasi strategis di sektor properti kerajaan.
Langkah ini menegaskan komitmen Raja Charles dalam melindungi privasi dan kenyamanan Ratu Camilla dari potensi gangguan publik. Di sisi lain, pembelian tersebut juga menunjukkan strategi cermat kerajaan dalam mengelola aset sekaligus menjaga ketenangan kehidupan pribadi keluarga kerajaan.
(aqi/aqi)











































