Jutaan Meter Ruang Ruang Kantor di Jakarta Diisi 'Hantu', Lho Kok Bisa?

Jutaan Meter Ruang Ruang Kantor di Jakarta Diisi 'Hantu', Lho Kok Bisa?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 26 Mar 2026 16:25 WIB
Jutaan Meter Ruang Ruang Kantor di Jakarta Diisi Hantu, Lho Kok Bisa?
Ilustrasi gedung kantor di Jakarta. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ruang perkantoran di Jakarta masih banyak yang kosong alias diisi 'hantu'. Menurut Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia dari 10 juta meter persegi ruang kantor di Jakarta, 3 juta meter persegi di antaranya adalah ruang kantor kosong.

"Tingkat kekosongan ruang kantor di Jakarta sebenarnya merupakan yang tertinggi di kawasan Asia-Pasifik. Secara keseluruhan kami memiliki 3 juta meter persegi ruang kantor kosong. Dari jumlah tersebut, 1,3 juta meter persegi merupakan ruang kantor grade A," kata James dalam acara Tren dan Peluang Investasi Properti di Tengah Dinamika Ekonomi & Teknologi di Four Season Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Menanggapi hal ini, menurut praktisi bisnis Prof Rhenald Kasali kondisi perkantoran saat ini bukan pertanda baik. Sebab, ke depannya kemungkinan jumlah ruang kosong bisa bertambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebabnya bermacam-macam, pertama kondisi perusahaan-perusahaan atau start up di Indonesia banyak yang tutup, merger, akuisisi, hingga tidak menarik bagi investor luar.

Kedua, kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang hendak diterapkan oleh pemerintah juga membuat kebutuhan ruang kantor jadi menurun. Adanya pergeseran tren dari yang sebelumnya banyak perusahaan mengincar ruang kantor di pusat kota atau Central Business District (CBD) kini jauh lebih fleksibel, bisa di mana saja.

ADVERTISEMENT

"Lalu yang kemudian, kedua banyak sekali orang WFH bisa kerja dari mana saja dan kemudian orang mulai mengurangi dan pindah tempat. Banyak orang tadinya berkantor di Sudirman pindah ke Tangerang Selatan, daerah Bekasi, ke selatan, dan lainnya. Bahkan kalau kita lihat tuh daerah Pondok Indah ada tulisan di kawasan perumahan itu, 'kawasan perumahan itu dilarang menjadi perkantoran'," kata Rhenald dalam unggahan pribadinya di Instagram @rhenald.kasali, seperti dikutip BeritaKlik pada Kamis (26/3/2026).

Ketiga, banyak investor asing banyak yang sudah angkat kaki dari Indonesia dan membuka kantor di negara lain. Faktornya yang menyebabkannya banyak, mulai dari sumber daya alam yang sudah terbatas di Jakarta hingga dampak dari evaluasi lembaga indeks global MSCI.

"Nah itu yang terjadi hari ini dan tentu saja kita sudah saksikan satu per satu orang asing mulai meninggalkan ekonomi Indonesia, padahal kan ekonomi kita menarik banyak sekali sektor-sektor yang menarik. Tapi mungkin karena resources kan sumber daya alam begitu banyak adanya di daerah-daerah tidak di Jakarta lagi," ucapnya.

"Dulu, MSCI itu memberikan tanda tahun 2009-2010 kalau ada investor mau investasi yang besar-besar itu berapa persen sih di negara berkembang itu? Nah dikasih tuh 2009 itu Indonesia 4 persen, India 4 persen, negara lain ada yang 3 persen, 2 persen, dan sebagainya. Kita sama-sama 4 persen dengan India. Tapi hari ini, India naik kelas terus menjadi 15 persen, kita turun jadi 1 persen. Itu kan tandanya bahwa investornya keluar dan mereka nggak taruh orang lain di sini untuk menjadi pelaku-pelaku usaha lainnya. Akhirnya kita makin nggak populer," lanjutnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads