Presiden Prabowo Subianto ingin warga yang tinggal di bantaran rel kawasan Senen direlokasi ke hunian yang layak. Mendapat arahan itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meninjau lahan untuk dibangunkan bangun rumah susun (rusun).
Rusun tersebut rencanannya akan dibangun di atas lahan 1,4 hektare di kawasan Jl. Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Lahan tersebut milik PT Angkasa Pura Indonesia yang statusnya hak guna bangunan (HGB).
"Hari ini kita fokus untuk menyampaikan kepada teman-teman sesuai arahan Presiden Prabowo," kata Ara di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk proyek pembangunan, Ara mengatakan terdapat beberapa opsi pihak yang membangun. Skema pembiayaan dan pembangunan rusun itu akan ditentukan oleh Kepala BP BUMN Dony Oskaria pada Rabu (1/4/2026).
"Ini akan diputuskan hari Rabu (1/3) jam 1 siang akan skemanya seperti apa. Yang pasti ini akan segera dibangun (rusun)," katanya.
Selain untuk bagi warga bantaran rel kawasan Senen, rusun ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lainnya.
Opsi Skema Pembangunan Rusun
Opsi pertama skema pembangunan rusun adalah pembangunan oleh Perum Perumnas. BUMN ini dapat membangun dua tower rumah susun sewa (rusunawa). Proyek ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Pembangunan dapat di mulai pada Desember 2026. Proses akan menghabiskan waktu 18 bulan.
"Kita akan bangun tahap pertama 2 tower, 1.000 unit dulu untuk merelokasi (warga) yang dari bantaran (rel kawasan Senen). 1.000 unit, 2 tower dengan luasan 45 square meter," ucap Imelda.
Sementara itu, Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Medika Indonesia, Pui Sudarto, mengatakan pihaknya siap membangun rusun gratis untuk warga. Langkah ini merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR).
Pihak swasta itu menyarankan pembangunan 9 tower rusun empat lantai. Pembangunan bisa dimulai pada Mei 2026 dan selesai dalam setahun.
Rusun tersebut terdiri 690 unit. Luas unit gross 45 meter persegi, sedangkan luas net 36 meter persegi.
"Dari Buddha Tzu Chi siap untuk membantu untuk membangun (rusun) 4 lantai," kata Pui.
(dhw/zlf)










































