Seorang pemuda di China memilih bekerja sebagai kuli bangunan. Usut punya usut, upah yang didapat sebagai kuli ternyata bisa mencapai belasan juta rupiah!
Pemuda yang enggan disebutkan namanya itu bekerja paruh waktu di sebuah proyek konstruksi di Hong Kong, tepatnya dekat Stasiun MRT Tai Wai. Meski statusnya sebagai 'kuli magang' ia diharuskan bekerja dari pagi hingga sore.
Tugas yang didapat memang berbeda dari kuli proyek lainnya. Ia tidak disuruh memasang keramik, mengebor dinding, atau memotong besi, tapi melainkan mengangkut ratusan sak semen seberat 40 kilogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari The Standard, dalam sehari ia mengklaim telah mengangkut sekitar 100 sak semen yang dibawa dari satu lantai ke lantai lainnya. Selama bekerja, jumlah semen yang paling banyak diangkut mencapai 153 sak semen dalam sehari.
Punya ijazah S2 dengan ilmu yang berlimpah, seharusnya pemuda ini lebih cocok bekerja di gedung tinggi dengan ruangan ber-AC. Namun, ia lebih memilih bekerja di tempat yang penuh debu dan menguras banyak energi.
Dalam unggahan video di akun media sosialnya di Xiaohongshu, pemuda ini spill upah yang didapat sebagai kuli bangunan. Tidak disebut secara rinci, tapi ia mengatakan bisa mendapat puluhan ribu yuan.
Mengutip situs Salary Expert, rata-rata upah kuli bangunan di China mencapai 90.000 yuan per tahun atau sekitar Rp 222 jutaan (kurs Rp 2.475). Dalam sebulan, rata-rata upah yang didapat sekitar 7.500 yuan atau Rp 18,5 jutaan.
Tak heran kalau pemuda ini rela bekerja paruh waktu sebagai kuli proyek meski harus mengangkut ratusan sak semen. Sebab, penghasilan yang didapat bisa menyentuh ratusan juta rupiah.
Dapat Apresiasi dari Warganet China
Pemuda ini pilih bekerja paruh waktu sebagai kuli bangunan. Foto: Dok. The Standard |
Melalui akun medsosnya, pemuda ini mengatakan harus bangun pagi demi bekerja sebagai kuli bangunan. Ia sudah harus berangkat ke lokasi proyek sekitar pukul 06.40 pagi waktu setempat.
Lulusan pascasarjana ini juga selalu sarapan setiap pagi sebelum berangkat. Sebab, pekerjaan di lokasi proyek sangat berat dan menguras energi.
"Saya selalu sarapan karena pekerjaan di lokasi proyek sangat berat," ujar pemuda itu lewat postingannya di media sosial.
Melihat gigihnya pemuda tersebut, sejumlah netizen di China memberikan apresiasi tinggi. Mereka mengatakan sangat kagum dengan kerja keras dan tekad pemuda itu, meski sudah punya ijazah S2 dan bisa saja melamar di perusahaan ternama.
"Hormat untuknya! Sangat pekerja keras dan tentu punya pendidikan," kata salah satu warganet, dikutip Senin (6/4/2026).
"Ia pintar dan bekerja keras, sehingga dapat menghasilkan uang sambil berolahraga," tulis netizen lainnya di kolom komentar.
Sayangnya, ia tidak bercerita tentang berapa lama bekerja paruh waktu sebagai kuli bangunan. Ia juga tidak membocorkan apakah memiliki pekerjaan lain sebagai kuli atau tidak.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/ilf)











































