Stadion lama milik Buffalo Bills bersiap untuk dibongkar. Hal itu menandai berakhirnya perjalanan panjang arena ikonik tersebut. Namun di balik proses perobohan ini, ada cara unik untuk tetap menyimpan kenangan, yaitu berbagai bagian stadion, mulai dari kursi hingga urinoar akan dilelang.
Dilansir dari The Sun, stadion yang terakhir dikenal sebagai Highmark Stadium ini mulai dihancurkan setelah berdiri selama 52 tahun sebagai salah satu arena terbesar National Football League (NFL). Stadion tersebut pertama kali dibuka pada tahun 1973 dengan nama Rich Stadium.
Proses pembongkaran ini menjadi bagian dari transisi menuju stadion baru senilai US$ 2,1 miliar atau setara Rp 35 triliun (kurs Rp 17.020) yang akan menjadi markas terbaru Buffalo Bills. Stadion baru tersebut diperkirakan memiliki kapasitas yang bisa menampung 62 ribu penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski stadion baru dibangun tak jauh dari lokasi lama, yaitu hanya sekitar 91 meter di Orchard Park, pembongkaran stadion lama tetap terasa emosional bagi para penggemar setia.
Pembongkaran total stadion diperkirakan akan rampung pada Maret 2027. Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap awal dengan berbagai bagian bangunan mulai dilepas satu per satu.
Beberapa bagian Stadion Lama Buffallo Bills mulai dibongkar Foto: Youtube @WGRZTVNews via The Sun |
Menariknya, tak sekadar dibongkar, berbagai fasilitas stadion justru akan dijual sebagai bentuk kenangan. Kursi penonton, potongan lapangan, loker, hingga bagian lainnya disiapkan untuk dijual kepada publik.
Bahkan, salah satu bagian yang paling tak terduga akan masuk daftar lelang, yakni urinoar dari kamar mandi stadion. Hal ini menunjukkan betapa tingginya nilai sentimental yang melekat pada setiap sudut bangunan tersebut.
Buffalo Bills bekerja sama dengan perusahaan memorabilia olahraga CollectibleXchange untuk mengelola penjualan berbagai barang kenangan tersebut. Perusahaan ini sebelumnya juga terlibat dalam proyek serupa saat stadion lama New York Yankees dihancurkan, yang saat itu juga menarik minat besar dari para kolektor.
Manajer proyek, Brandon Steiner mengungkapkan tingginya minat terhadap barang-barang unik dari stadion tersebut. Ia juga mengatakan bahwa banyak orang merasa bangga dengan stadion lama milik Buffalo Hills, sehingga ketika stadion dirobohkan banyak orang merasakan emosional.
"Orang-orang menginginkan palung-palung itu. Mereka menginginkan hal-hal semacam itu, jadi kami akan menyediakannya. Anda sedang membicarakan Buffalo, dan orang-orang sangat bangga dengan stadion itu," ujarnya dikutip dari The Sun.
Di media sosial, para penggemar mulai membagikan perasaan mereka tentang pembongkaran stadion ini. Banyak yang merasa haru saat membayangkan kenangan yang pernah terjadi di kursi-kursi penonton. Ada juga yang merasa sedih karena momen ini seperti menandai berakhirnya sebuah era. Ketika bagian-bagian stadion mulai dilepas, para penggemar pun semakin merasa bahwa perpisahan ini benar-benar terjadi.
"Sungguh luar biasa membayangkan kenangan-kenangan di kursi-kursi itu," tulis salah seorang penggemar di X, seperti dikutip The Sun.
(das/das)










































