Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung proyek revitalisasi kawasan kumuh nelayan di Desa Tanjung Anom atau Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4)
Kawasan ini sebelumnya dikenal tidak layak huni. Kini telah berubah menjadi lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.
Dalam kunjungannya, AHY menegaskan, penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Ia menyebut perubahan yang terjadi sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sebelumnya bisa dikatakan kondisinya kurang layak untuk hidup," katanya.
AHY menjelaskan, pembangunan kawasan ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga organisasi non pemerintah. Fokus utamanya adalah perbaikan rumah warga sekaligus penataan lingkungan.
Ia menyebut, di atas lahan seluas sekitar 1,3 hektare, sebanyak 110 rumah telah dibangun untuk para nelayan. Rumah-rumah tersebut kini memiliki kondisi yang jauh lebih baik dan layak huni dibandingkan sebelumnya.
Transformasi ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Ia berharap kawasan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Selain pembangunan rumah, AHY menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, sanitasi, hingga penerangan yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah bersama mitra pembangunan.
Ia juga mengungkapkan skema pembiayaan yang diterapkan cukup meringankan masyarakat. Warga dapat mencicil kepemilikan rumah dengan nominal terjangkau dalam jangka waktu tertentu.
"Seminggu itu kurang lebih 140 ribuan rupiah," ujarnya.
Lebih lanjut, AHY menekankan bahwa pengembangan kawasan tidak berhenti pada penataan permukiman saja, tetapi juga akan diarahkan menjadi kawasan produktif yang mendukung aktivitas ekonomi nelayan.
Sejumlah rencana pengembangan lanjutan pun disiapkan, seperti pembangunan breakwater, tanggul penahan abrasi, dermaga, hingga fasilitas pendukung seperti SPBU nelayan dan pabrik es berbasis air laut.
Di lokasi yang sama, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid menjelaskan, revitalisasi kawasan ini merupakan hasil kolaborasi empat pihak, yakni pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, koperasi, dan masyarakat.
Ia menyebut, sebelumnya kawasan tersebut dalam kondisi tidak tertata dan kumuh, namun kini telah berubah drastis setelah dilakukan pembangunan selama beberapa bulan terakhir.
Maesyal menambahkan, program ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, drainase, air bersih, sanitasi, hingga fasilitas ekonomi bagi warga nelayan dan keluarganya.
Ia berharap, keberadaan kampung nelayan yang telah direvitalisasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal dan sumber penghidupan yang lebih baik bagi para nelayan di Tanjung Anom.
(zlf/zlf)










































