Salah satu petinju legendaris dunia, Mike Tyson, memiliki properti yang fantastis sejak dulu. Namun, salah satu rumahnya kini sudah berubah menjadi rumah ibadah.
Berubahnya hunian mewah miliknya ini memiliki cerita yang cukup panjang. Dilansir dari USA Today, rumah yang berada di Ohio ini dibeli Mike Tyson pada 1980-an karena dekat tempat trainingnya.
Sudah bertahun-tahun tinggal di sana, ia terpaksa menjual rumah itu. Setelah ia masuk penjara karena kasus perkosaan pada 1990-an, ditambah ia mengalami masalah ekonomi pada 1999, akhirnya Tyson menjual rumah yang memiliki luas 1.254 meter persegi dengan tambahan ruang bawah tanah seluas 557 meter persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah tersebut punya fasilitas lengkap dan mewah. Bahkan di rumah tersebut diketahui memiliki kandang macan dan lapangan basket juga, dikutip dari realestate.com.au. Tak hanya itu, di dalam rumah itu juga ada garasi yang luas, kolam renang indoor serta tempat perapian.
Rumah itu kemudian dibeli oleh pemasar TV Paul Monea seharga US$ 1,3 juta atau Rp 22,3 miliar (kurs Rp 17.178). Meski sudah dibeli, rumah itu tidak pernah ditempati olehnya.
Pada 2007, Monea divonis bersalah atas tuduhan konspirasi dan pencucian uang pada tahun 2007 dan akan tetap berada di penjara hingga tahun 2018, menurut Biro Penjara Federal. Rumah itu pun terbengkalai
Masalah hukum itu membuatnya menunggak pembayaran pajak atas properti bekas Tyson. Properti itu kemudian dijual dalam lelang sheriff pada tahun 2010 kepada pengusaha klub kesehatan Ron Hemelgarn seharga US$ 600 ribu (Rp 10,3 miliar) dan tunggakan pajak.
Hemelgarn, yang juga tidak pernah tinggal di sana, menyumbangkan properti tersebut pada 2018 kepada The Living Word Sanctuary, yang berencana mengubah bekas tempat pesta Tyson menjadi rumah ibadah dan pusat pemuda. Yayasan tersebut bertanggung jawab untuk membayar sekitar US$ 50 ribu (Rp 859 juta) tunggakan pajak.
Bekas rumah Mike Tyson di Ohio Foto: imgur / illicitohio via realestate.com.au |
Setelah Direnovasi
Rumah bekas Mike Tyson itu direnovasi oleh 150 anggota gereja. Pada 2020 lalu, Pastor Nick DeJacimo mengatakan kepada WKYC bahwa mereka sangat bersemangat untuk merenovasi bangunan tersebut.
Berbagai area di dalamnya sudah berubah fungsi, misalnya area kolam renang indoor yang menjadi tempat ibadah. Dikutip dari The Sun, bagian tersebut merupakan renovasi yang cukup sulit dilakukan.
Lalu, bagian yang dulunya ruang tamu juga sudah berubah menjadi area masuk yang dilengkapi air mancur di dalamnya. Ada juga ruangan yang diubah menjadi kamar anak-anak. Sementara itu, lapangan basket masih tetap ada di luar rumah.
Perapian lama tempat Tyson biasa memajang gelar-gelarnya telah diubah menjadi air terjun dalam ruangan, sementara garasi empat pintu sekarang menjadi ruang kelas dan tempat penitipan anak. Kandang baja tinggi tempat Tyson memelihara empat harimaunya telah dibongkar untuk dijadikan paviliun luar ruangan.
(abr/abr)











































