Orang kaya mah bebas. Dengan duit yang banyak mereka bisa melakukan apa saja. Contohnya, seorang miliarder asal Maroko membuat sebuah gedung berbentuk roket yang terinspirasi dari kunjungannya ke NASA.
Gedung itu diberi nama King Mohammed VI Tower yang sekaligus menjadi bangunan pencakar langit tertinggi di Maroko. Gedung ini berisi hotel, apartemen dan ruang komersial.
Dilansir dari Business Insider Africa, miliarder Othmane Benjelloun membangun King Mohammed VI Tower setinggi 250 meter karena terinspirasi dari roket yang mengantarkan manusia ke bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung setinggi 55 lantai ini terletak di Rabat, ibu kota Maroko. Dibutuhkan waktu 8 tahun pembangunan sebelum akhirnya diresmikan pada April ini. Proyek ini merupakan wujud dari impian Benjelloun yang merupakan pengusaha di sektor keuangan.
King Mohammed VI Tower di Maroko Foto: Pexels/Diego F. Parra |
Ide proyek ini muncul setelah Benjelloun mengunjungi Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) pada 1969. Ia mengamati persiapan roket Saturn V untuk misi Apollo 12. Misi itu merupakan perjalanan sukses astronot Amerika mencapai bulan.
Bloomberg melaporkan, Benjelloun sudah resmi menerima tenant ke gedung tersebut. Sebanyak 30 apartemen dan ruang komersial mulai dipasarkan. Lalu, hotel butik eksklusif Waldorf Astoria yang memiliki 55 kamar mulai menerima tamu.
Selain itu, lantai ke-55 gedung merupakan observatorium. Para tamu bisa menikmati pemandangan panorama kota.
"Kami membangun monumen ikonik untuk Lembah Bouregreg khususnya, dan ibu kota Rabat pada umumnya," kata Laila Haddaoui, seorang eksekutif senior di O Tower, pengembang proyek tersebut, dikutip dari Business Insider Africa, Kamis (23/4/2026).
Properti ini dikendalikan oleh tiga investor utama yang dinaungi oleh Benjelloun, termasuk Bank Afrika dan penyedia asuransi RMA.
Meski sekeliling gedung tinggi ini terkesan terpencil, sudah ada rencana untuk mengembangkan infrastruktur lain yaitu terminal baru Bandara Rabat-Sale yang hampir rampung dan mampu menampung 5 juta pendatang.
Perkembangan infrastruktur ini sejalan dengan harapan untuk meningkatkan pariwisata Maroko. Hal itu juga mempersiapkan Maroko menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA pria 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
(dhw/zlf)











































