Muncul Wacana KPR Jadi 40 Tahun, Harus Nyicil dari Umur 15 Tahun?

Muncul Wacana KPR Jadi 40 Tahun, Harus Nyicil dari Umur 15 Tahun?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 07 Mei 2026 12:51 WIB
Ilustrasi rumah atau KPR
Ilustrasi KPR. Foto: Getty Images/xijian
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengatakan ingin menyediakan KPR dengan masa cicilan atau tenor selama 40 tahun. Jauh lebih panjang, dari tenor yang ada sekarang sekitar 15-30 tahun.

Ekonom Senior Institute for Development Economic and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menilai seharusnya memperpanjang tenor KPR harus melihat usia produktif di Indonesia. Apabila KPR yang diambil terlalu panjang bahkan melebihi usia pensiun, bagaimana cara melunasinya?

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), usia produktif diukur dari rentang umur 15 hingga 64 tahun. Namun, di lapangan usia pensiun berbeda-beda antara pekerja swasta dan ASN. Usia pensiun pekerja swasta sekitar 50-55 tahun. Sementara, ASN bisa mencapai 60 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika ingin mengambil KPR 40 tahun dan selesai sebelum masa pensiun, berarti paling lambat mengajukan KPR ke bank di usia 20 tahunan untuk PNS. Untuk swasta jauh lebih muda lagi sekitar 15 tahun.

"Kalau di sektor formal (pekerja di sebuah perusahaan) itu kan usia pensiun 55 tahun ya, swasta. Tapi kalau guru, dosen, PNS itu bisa 60 tahun ya. Jadi kalau misalnya ya katakanlah pegawai-pegawai negeri (PNS), itu masih bisa (ambil KPR) diumur katakanlah 20 tahun. Tapi kalau katakanlah batas maksimum (bekerja) 55 tahun, tadi pensiunnya, ya maka kurang aja 40 tahun (ambil KPR maksimal di usia 15 tahun)," kata Tauhid saat dihubungi BeritaKlik pada Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

Tauhid merasa mengambil KPR 40 tahun memang agak sulit jika melihat dengan usia produktif di Indonesia. Terlalu berisiko debitur atau orang yang mengajukan KPR mampu melunasi setelah masa pensiun. Jika mengandalkan anak untuk membayar, anak pasti juga memiliki tanggungan pribadi untuk menghidupi keluarganya.

Selain itu, usia lulusan sarjana sekitar 22-25 tahunan. Itu pun belum tentu semuanya bisa langsung mendapat pekerjaan setelah lulus. Hal ini yang menghambat mereka untuk mengajukan KPR secepatnya.

Bank juga pasti tidak mungkin memberikan persetujuan KPR bagi calon debitur yang tidak ada riwayat penghasilan, di bawah usia legal, dan yang penghasilannya tidak jelas.

"Dia harus semakin muda untuk mencicil. Kalau semakin berumur, sudah sulit dan menjadi tidak layak. bank juga nggak mau ngasih, kan jaminannya nggak ada. Jadi sulit, kan. Tapi kalau dia baru diterima PNS, terus sebelum umur 20, ya berarti masih mungkin. Tapi kalau umurnya makin tua, semakin nggak layak, susah dapat (KPR) yang 40 tahun tersebut," ujarnya.

Selain membayar KPR per bulan, dengan tenor panjang 40 tahun, biasanya bank akan menawarkan debitur mengambil asuransi. Fungsinya untuk berjaga-jaga jika di tengah masa cicilan terjadi kecelakaan, meninggal dunia, dan lainnya dapat dinyatakan lunas.

KPR dengan tenor 40 tahun akan terasa lebih longgar bagi pengusaha yang bisnisnya cukup stabil. Sementara pelaku UMKM setidaknya harus memiliki penghasilan yang stabil dulu, baru ideal untuk mengambil tenor sepanjang ini.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo ingin perpanjangan tenor ini agar jumlah cicilan per bulan lebih rendah sehingga masyarakat, seperti buruh dan petani bisa memiliki rumah secepatnya.

Hal ini ia sampaikan saat peringatan Hari Buruh. Ia menyoroti saat ini banyak buruh yang 30 persen penghasilannya justru digunakan untuk membayar sewa rumah. Ia menginginkan para buruh yang membayar sewa akan dapat mencicil rumah yang disewa tersebut. Cicilannya, bisa sampai 40 tahun.

"Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak kita kurangi itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun, karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana. Betul? Karena petani dan nelayan tidak akan kemana-mana, betul?" ujar Prabowo.




(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads