Organisasi asal Jepang, ANNYA mencari rumah angker di Indonesia. Mereka mengadakan sayembara pencarian rumah yang benar-benar berhantu.
Pendiri ANNYA, Kenbo Kiriki mengatakan sudah ada beberapa opsi rumah yang hendak dibeli atau disewakan di Indonesia. Namun, timnya akan memastikan dulu kebenaran rumah angker.
"Kami sudah menemukan beberapa. Dalam waktu dekat, staf kami akan pergi ke Indonesia untuk melakukan survei dan investigasi langsung," kata Kiriki kepada detikProperti belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, tim akan memasang kamera pengawas atau CCTV. Kamera itu memantau dalam waktu lama apakah ada kejadian aneh.
Kemudian, tim ANNYA juga menggunakan peralatan elektronik khusus. Alat ini dipercaya dapat mendeteksi keberadaan hantu.
Terakhir, tim akan menggunakan jasa paranormal atau medium spiritual. Mereka akan mendeteksi keberadaan hantu di rumah.
Tantangan Uji Nyali 10 Jam
Rumah angker tersebut akan menjadi tempat uji nyali. ANNYA menantang peserta untuk menetap selama 10 jam di tempat yang diklaim berhantu.
"Kami menyelenggarakan acara di mana peserta menginap di properti yang benar-benar berhantu (memiliki sejarah kelam) mulai dari pukul 21.00 malam hingga 07.00 pagi," katanya.
Acara ini akan diadakan secara eksklusif dengan cara disewa penuh untuk satu kelompok per hari. Kegiatan itu digelar sepanjang tahun di Indonesia.
Alasan Orang Jepang Pilih Indonesia
ANNYA sudah mengadakan kegiatan uji nyali di Negeri Matahari Terbit. Kali ini, mereka ingin merambah ke Indonesia untuk proyek baru.
Kiriki mengatakan organisasi ini sudah berjalan selama enam tahun sejak didirikan. Sekarang dirinya memilih untuk mengadakan kegiatan yang sama di Indonesia karena menyukai negara ini.
"Perwakilan ANNYA, yaitu Kenbo Kiriki, sangat menyukai Indonesia," ujar Kiriki kepada detikProperti belum lama ini.
Nasib Rumah Angker Setelah Proyek Usai
Namun, bagaimana nasib rumah angker tersebut setelah proyek berakhir?
Kiriki mengatakan pihaknya akan membersihkan rumah itu dari hantu-hantu. Caranya dengan melakukan ritual eksorsisme.
"Jika acara/proyek ini berakhir, kami akan melakukan ritual pembersihan (eksorsisme) untuk mengusir hantu dari rumah tersebut," ucapnya.
Pasalnya, rumah angker yang dipilih memang dipercaya berhantu. Kiriki menjelaskan timnya memastikan keberadaan hantu dengan menggunakan beberapa metode.
(dhw/das)









































