Arsenal harus menelan pil pahit usai gagal meraih trofi Liga Champions pertamanya usai kalah dari Paris Saint-Germain. Setelah skor imbang 1-1 selama 90 menit plus 30 menit perpanjangan waktu, Arsenal akhirnya kalah 3-4 di babak adu penalti.
Laga final antara Arsenal Vs PSG berlangsung di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Kemenangan ini membuat PSG berhasil menjuarai Liga Champions dalam dua musim berturut-turut.
Puskas Arena sendiri bukanlah stadion biasa. Venue ini ditunjuk oleh UEFA karena telah memenuhi standar internasional untuk menggelar pertandingan besar seperti laga final Liga Champions musim 2025/2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dapat menampung puluhan ribu penonton, stadion ini punya desain arsitektur yang ciamik dan teknologi modern. Nggak heran kalau Puskas Arena sudah sering menggelar laga penting, seperti Piala Eropa 2020 dan Final Liga Eropa 2022-2023.
Desain Arsitektur Stadion yang Tak Melupakan Sejarah
Soccer Football - UEFA Champions League - Final - Previews - Puskas Arena, Budapest, Hungary - May 29, 2026 General view inside the stadium before the match REUTERS/Andrew Boyers Foto: REUTERS/Andrew Boyers |
Puskas Arena merupakan stadion yang baru dibangun pada 2017 dan rampung di 2019. Stadion berkapasitas 67.889 itu dibangun ulang untuk menggantikan bangunan lamanya yang bernama Nepstadion yang telah berdiri sejak 1953.
Arsitek dan perancang Puskas Arena, György Skardelli ingin mendesain ulang stadion bersejarah di Hungaria itu dengan sentuhan modern. Namun, ia enggan menghilangkan sejarah stadion itu sendiri yang menggunakan nama legenda sepak bola Hungaria, Ferenc Puskas.
Dilansir dari Archello, Skardelli tetap mempertahankan pilar-pilar beton pada fasad stadion yang ikonik. Ia mempertahankan gaya arsitektur itu supaya identitas sejarahnya tidak lenyap begitu saja.
Bentuk stadionnya tetap dibuat oval seperti stadion yang lama, hanya saja trek larinya dihilangkan supaya jarak penonton dengan lapangan semakin dekat, yakni sekitar 7 meter. Menariknya, lapangan hijau di Puskas Arena tidak digeser atau diubah sama sekali, sama seperti pertama kali stadion ini berdiri.
Struktur pada pintu masuk penonton di Puskas Arena juga dipertahankan bentuknya. Dinding bata lama yang menghiasi stadion lamanya tidak dibongkar atau diubah sama sekali, sehingga tetap mempertahankan keasliannya.
Desain fasad stadion Nepstadion sebelum dibongkar dan dibangun Puskas Arena. Foto: Wikimedia Commons/CCA 3.0/Adományozó/Donor: Gyöngyi. |
Uniknya lagi, sisi timur Puskas Arena dibangun menggunakan beton lama dan beton baru. Sebanyak 50.000 meter kubik beton lama yang kondisinya masih bagus tetap dipertahankan, lalu sekitar 170.000 meter kubik timbunan tanah yang dipindahkan dari stadion lama digunakan kembali untuk mendirikan Puskas Arena.
Dahulu, Nepstadion dirancang dengan gaya arsitektur monumental sosialis khas Eropa Timur. Skardelli kemudian mengubah bahasa desain tersebut menjadi modern dan minimalis, tapi tetap mempertahankan sejarahnya.
Stadion Modern yang Dilengkapi Fasilitas Canggih
Dikutip dari Codina Architectural, struktur utama stadion ditopang oleh beton yang kokoh, baja pada atap, serta aluminium dan steel mesh pada fasad dinding luar. Penggunaan material tersebut diklaim lebih ramah lingkungan, terlihat estetik, sekaligus memberikan visual yang megah dan modern.
Seluruh kursi penonton telah dilindungi atap yang tribunnya dibuat tiga tingkat (triple-tier bowl), mulai dari 28 baris di bagian bawah, 22 baris di bagian tengah, dan 25 baris di bagian atas. Baja ringan tahan karat yang menutupi atap Puskas Arena dapat menghalangi hujan, angin, dan panas dengan baik.
Selain penggunaan material bangunan yang berkualitas, fasilitas di dalamnya sangat canggih dan diklaim jadi salah satu yang terbaik di Eropa. Terdapat 84 sky box private yang masing-masing dapat menampung 12-60 orang.
Puskas Arena saat laga final Liga Champions Arsenal Vs PSG. Foto: REUTERS/Marton Monus |
Dikutip dari DB Stadium, terdapat fasilitas untuk tamu VIP dan VVIP, seperti business seats, prestige lounge, ruang hospitality eksklusif dari UEFA, dan restoran bintang lima.
Sebagai bentuk penghormatan kepada Ferenc Puskas yang merupakan legenda sepak bola Hungaria, di dalamnya terdapat sebuah museum permanen yang memamerkan trofi yang dimenangkan Puskas hingga arsip sejarah sepak bola Hungaria.
Tak lupa, Puskas Arena juga dilengkapi dua layar LED besar untuk menampilkan skor pertandingan, lampu pencahayaan terang, dan sistem suara stadion yang berkapasitas besar. Rumput lapangannya juga berstandar tinggi yang didukung sistem drainase modern, sehingga mencegah genangan air saat turun hujan.
Puskas Arena resmi dibuka pada 15 November 2019 dengan menampilkan laga pembuka antara Timnas Hungaria Vs Uruguay. Tidak hanya digunakan untuk ajang olahraga, stadion ini juga digunakan untuk menggelar konser musik yang dapat menampung 80.000 orang.
Stadion ini menjadi gambaran bagaimana sebuah bangunan masih bisa dipadukan dengan sejarah. Puskas Arena nggak cuma megah dan modern, tapi tetap menyimpan sejarah panjang perjalanan sepak bola Hungaria.
(ilf/abr)













































