Seorang petani di Palestina tanpa sengaja menemukan peninggalan sejarah berharga, yakni lantai mozaik Bizantium yang selama ini terkubur di bawah tanah pada 2022. Umur lantai tersebut diperkirakan sudah ribuan tahun.
Petani bernama Salman al-Nabahin itu bercerita awalnya ia menanam pohon di halaman kamp pengungsi Bureij, sekitar setengah mil dari perbatasan dengan Israel.
Setelah beberapa waktu, ia heran ada pohon yang tidak tumbuh dengan baik. Nabahin meminta putranya untuk membongkar tanahnya. Saat digali, kapak anaknya mengenai sesuatu yang keras dan ketika disingkirkan tanahnya lebih luas, muncul lantai berpola indah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mencari di internet. Kami mengetahui bahwa itu adalah mosaik dari era Bizantium," kata ayah tujuh anak itu, seperti dikutip dari The Guardian pada Senin (1/6/2026).
Temuan ini sampai ke Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina. Mereka mengatakan mosaik tersebut mencakup beberapa panel yang menggambarkan hewan dan fitur lain dari kehidupan selama era Bizantium di provinsi-provinsi timur sejak abad kelima.
"Tim peneliti nasional bekerja sama dengan para ahli internasional dan ilmuwan dari Sekolah Alkitab dan Arkeologi Prancis di Yerusalem," ujar Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina dalam pernyataan tertulis pada saat itu.
Palestinian farmer Salman al-Nabahin cleans a mosaic floor he discovered at his farm and which dates back to the Byzantine era, according to officials, in the central Gaza Strip September 18, 2022. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa Foto: REUTERS/IBRAHEEM ABU MUSTAFA |
Lantai tersebut bukan penemuan pertama di Palestina. Beberapa tahun sebelumnya, telah ditemukan beberapa barang-barang antik dan lokasi bersejarah di sana. Pemerintah Gaza telah mengundang kelompok internasional untuk membantu proses penggalian dan pelestarian karena kurangnya dana dan keahlian.
Penemuan barang dan situs bersejarah ini menegaskan betapa pentingnya Gaza pada era tersebut sebagai pusat perdagangan penting sejak zaman Mesir kuno dan Filistin hingga kekaisaran Romawi dan Perang Salib dari abad ke-11 hingga ke-13. Bahkan hal ini disebutkan dalam Al-Kitab.
"Saya menganggapnya sebagai harta karun, lebih berharga dari harta karun. Ini bukan milik pribadi, ini milik setiap warga Palestina," ujar pernyataan pihak pemerintah Palestina.
Tim BeritaKlik mencoba mencari perkembangan penemuan ini, tetapi tidak ada sumber yang menuliskan hasilnya.
(aqi/ilf)











































