Rencana pembangunan resort mewah di sebuah pulau di Albania yang dikaitkan dengan Ivanka Trump dan Jared Kushner memicu gelombang protes besar-besaran dari warga hingga aktivis lingkungan. Proyek bernilai miliaran dolar ini kini bahkan ikut disorot oleh otoritas investigasi setempat.
Dilansir dari Realtor, proyek tersebut merupakan pengembangan kawasan wisata mewah di wilayah pesisir Albania yang masih tergolong alami dan dilindungi. Namun rencana pembangunan ini dinilai berpotensi merusak ekosistem penting di kawasan tersebut.
Gelombang penolakan datang dari ribuan demonstran yang turun ke jalan di ibu kota Tirana. Mereka menilai proyek ini mengancam lingkungan sekaligus tata kelola lahan di kawasan pesisir yang sensitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan Realtor, disebutkan bahwa proyek ini berada di wilayah yang dekat dengan habitat satwa liar, termasuk kawasan yang menjadi tempat hidup burung flamingo, anjing laut, hingga penyu laut.
Aksi protes bahkan sempat memanas setelah adanya pemasangan pagar di area proyek yang memicu bentrokan dengan pihak keamanan swasta.
Selain protes warga, proyek ini juga kini masuk dalam radar penyelidikan otoritas anti-korupsi Albania. Penyelidikan tersebut berfokus pada dugaan perubahan status lahan kawasan lindung yang dilakukan pada 2024.
Pemerintah Albania sendiri tetap mendukung proyek tersebut dengan alasan investasi dan pengembangan pariwisata. Namun kritik tetap bermunculan dari berbagai pihak yang menilai proyek ini berisiko merusak lingkungan jangka panjang.
Perdana Menteri Albania Edi Rama, telah membantah bahwa proyek tersebut akan memiliki efek negatif pada satwa liar. Namun dia juga menegaskan kepada anggota parlemen lokal bahwa proposal akhir untuk resor tersebut belum diajukan.
Rama awalnya mengeluarkan persetujuan resminya untuk resor yang direncanakan pada 30 Desember 2025, setelah aplikasi untuk proyek tersebut diajukan oleh Atlantic Incubation Partners LLC, perusahaan tempat pembangunan dilakukan.
Menurut persetujuan tertulis, yang pertama kali diperoleh oleh Reuters, proyek tersebut mematuhi undang-undang investasi strategis Albania dan persyaratan penciptaan lapangan kerja, dengan perkiraan 1.000 karyawan.
Di bawah hukum negara, sebuah proyek dapat disetujui sebagai investasi strategis ketika memenuhi syarat sebagai sektor ekonomi prioritas, seperti pariwisata, sehingga memungkinkan investor untuk melanjutkan pengembangannya.
"Bentuk partisipasi negara dalam investasi ini akan diwujudkan melalui pembentukan badan hukum bersama," bunyi pernyataan Komite Investasi Strategis negara, yang dipimpin oleh Rama.
Namun, persetujuan resmi dari proyek tersebut tidak menghentikannya dari menghadapi reaksi pahit dari penduduk setempat.
Di sisi lain pihak pengembang menyebut proyek ini akan dikembangkan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Namun hingga kini, penolakan dari warga terus berlanjut dengan slogan yang ramai terdengar dalam aksi, yakni "Albania is not for sale".
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Ivanka Trump maupun Jared Kushner terkait eskalasi protes terbaru tersebut.
(das/das)









































