Pangeran Andrew sejak tahun lalu telah kehilangan gelar kehormatannya sebagai anggota keluarga Kerajaan Inggris imbas terlibat dalam skandal pelecehan seksual. Dengan begitu, ia dibebaskan dari tugas Kerajaan. Lantas, dari mana Andrew mendapatkan penghasilan selama masa bebasnya?
Dilansir New York Post, kabarnya Andrew masih mendapatkan penghasilan dari penyewaan properti. Ia memiliki 3 pondok di kawasan Royal Lodge, rumah lamanya yang berada di dekat Kastil Windsor.
Royal Lodge, Windsor Great Park Foto: The Guardian |
Hal ini terungkap dari laporan Kantor Audit Nasional Inggris. Peninjauan ini dilakukan atas desakan parlemen untuk transparansi kekayaan anggota keluarga Kerajaan. Sayangnya, jumlah pendapatan dari penyewaan properti Andrew ini tidak dicantumkan dalam laporan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini memantik kritikan keras dari anggota Partai Buruh di House of Lords dan mantan kepala Komite Akuntabilitas Publik Parlemen Margaret Hodge. Ia menyebut Kantor Audit Nasional telah lalai dari tugasnya.
"Sungguh mengejutkan bahwa Kantor Audit Nasional tidak dapat memastikan berapa banyak uang yang diperoleh Andrew Mountbatten-Windsor dari properti yang disewakannya," katanya, seperti dikutip BeritaKlik pada Senin (8/6/2026).
Pembagian Tempat Tinggal Keluarga Kerajaan Inggris
Selain mencantumkan temuan soal Andrew, laporan kantor audit juga mengungkapkan properti-properti 11 anggota keluarga kerajaan yang aktif. Semuanya mendapatkan tempat tinggal gratis di dalam istana sebagai imbalan atas tugas resmi mereka. Sebelas orang tersebut termasuk Raja dan Ratu Camilla, Pangeran William dan istrinya Catherine, serta Pangeran Edward dan istrinya Sophie.
William dan Kate juga disebut memiliki rumah di dekat Windsor. Mereka membayar sewa sebesar 307.200 poundsterling atau setara Rp 7,4 miliar (kurs Rp 24.236).
Lalu, pondok yang ditempati oleh anak Andrew, yakni Eugenie di Istana Kensington dan apartemen Beatrice di Istana St. James biaya sewanya dibayarkan dari Privy Purse dan dana pribadi raja.
Keduanya tidak dianggap sebagai anggota keluarga kerajaan yang 'bekerja' dan menjalankan tugas publik. Keduanya memiliki pekerjaan di luar tugas kerajaan.
(aqi/das)










































