Pembangunan hunian untuk relokasi warga yang tinggal di bantaran rel kawasan Senen sudah selesai. Warga bisa mulai tinggal di sana pekan depan secara gratis.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat sudah siap huni. Hal itu akan segera disampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Besok (10/6) akan kami laporkan kepada Presiden bahwa hunian ini sudah siap. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa penghuni yang menempati hunian ini benar-benar sesuai dengan tujuan awal, yaitu warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen," kata Ara dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Angkasa Pura Indonesia. Kawasan itu dibangun 324 unit hunian beserta fasilitas penunjang seperti toilet, mushola, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, serta area parkir.
Menurutnya, pembangunan Hunian Senen selesai lebih cepat dari target, yaitu 15 Juni 2026. Adapun proyek tersebut mulai dikerjakan pada 3 April 2026.
"Luar biasa cepat kerjanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia yang menyiapkan lahannya, serta kontraktor pelaksana yaitu Hutama Karya, PT PP, dan Wijaya Karya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat," ucapnya.
Selain itu, Ara menekankan pentingnya penyiapan aspek sosial dan pengelolaan kawasan. Aspek tersebut menjadikan lingkungan nyaman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kita tidak hanya mempersiapkan fisik bangunannya, tetapi juga harus mempersiapkan masyarakat yang akan tinggal di sini. Ruang terbuka hijau perlu disiapkan, kalau bisa ada ruang serbaguna, sarana rekreasi seperti lapangan futsal, penerangan yang baik, dan yang terpenting manajemen kawasan harus berjalan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan penghuni dapat tinggal secara gratis di Hunian Senen. Warga tidak akan dibebankan biaya hunian, termasuk biaya listrik dan air selama enam bulan.
"Untuk tahap awal tidak akan dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan terlebih dahulu. Nanti setelah enam bulan akan dilakukan evaluasi terkait pengelolaannya," ujar Dony.
Di sisi lain, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pendataan calon penghuni sudah dilakukan. Warga yang diprioritaskan menjadi penghuni hunian adalah warga bantaran rel, khususnya di kawasan Pasar Gaplok yang sebelumnya telah dikunjungi Prabowo.
"Data penghuni sudah kami siapkan. Prioritas pertama adalah warga bantaran rel di Pasar Gaplok. Selanjutnya relokasi akan dilakukan secara bertahap untuk kawasan bantaran rel lainnya. Ini penting karena keberadaan permukiman di bantaran rel sangat berisiko bagi keselamatan," kata Bobby.
Rencananya, Hunian Senen akan mulai dihuni oleh masyarakat pekan depan. Hal itu dilakukan setelah seluruh aspek teknis dan pengelolaan kawasan siap.
Melalui penyediaan hunian ini, pemerintah berharap masyarakat dapat tinggal di tempat yang lebih aman, nyaman, serta didukung fasilitas yang memadai. Penataan kawasan bantaran rel pun akan terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
(dhw/dhw)










































