Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai dicopot dari fasad gedung seni pertunjukan ikonik Kennedy Center di Washington DC. Pencopotan dilakukan hanya beberapa bulan setelah nama Trump ditambahkan ke bangunan tersebut dan memicu kontroversi besar di Amerika Serikat.
Mengutip CNBC, Minggu (14/6/2026), pekerja konstruksi mulai membongkar tulisan "Trump Kennedy Center" pada dini hari setelah pengadilan federal memerintahkan pengelola gedung menghapus seluruh penggunaan nama Trump dari bangunan, situs web, hingga materi promosi.
Pantauan sejumlah media menunjukkan pekerja memasang perancah dan penutup bangunan sebelum mulai melepaskan huruf-huruf besar yang terpasang di bagian depan gedung. Proses pembongkaran berlangsung pada malam hingga dini hari untuk menghindari gangguan operasional pusat seni tersebut.
Kennedy Center merupakan gedung seni pertunjukan nasional Amerika Serikat yang berada di tepi Sungai Potomac, Washington DC. Bangunan yang diresmikan pada 1971 itu didesain oleh arsitek terkenal Edward Durell Stone dan selama puluhan tahun menjadi salah satu ikon budaya Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim Sebut Penggantian Nama Tidak Sah
Kontroversi bermula ketika dewan pengawas Kennedy Center yang dipimpin Trump memutuskan menambahkan nama Trump ke gedung tersebut pada akhir 2025. Namun keputusan itu digugat karena nama resmi bangunan sudah ditetapkan oleh Kongres Amerika Serikat sejak 1964 sebagai penghormatan kepada Presiden John F. Kennedy.
Hakim Federal Christopher Cooper kemudian memutuskan bahwa hanya Kongres yang memiliki kewenangan untuk mengubah nama Kennedy Center.
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan perubahan nama tersebut tidak memiliki dasar hukum sehingga seluruh atribut yang menggunakan nama Trump harus dicabut.
Sebelum huruf-huruf di fasad dibongkar, pengelola Kennedy Center lebih dulu menghapus seluruh penyebutan "Trump Kennedy Center" dari situs web, media sosial, dokumen resmi, dan materi promosi.
Menurut memo internal yang dikutip sejumlah media, pegawai diminta segera mengubah kop surat, tanda tangan email, dan seluruh dokumen agar kembali menggunakan nama resmi bangunan, yakni "John F. Kennedy Center for the Performing Arts".
Bangunan Ikonik yang Sempat Jadi Polemik
Penambahan nama Trump sebelumnya memicu gelombang protes dari kalangan seniman dan keluarga Kennedy. Sejumlah musisi membatalkan pertunjukan mereka setelah perubahan nama diumumkan. Bahkan beberapa institusi seni memutus kerja sama dengan Kennedy Center.
Kini, setelah keputusan pengadilan berkekuatan hukum, gedung seni yang menghadap Sungai Potomac tersebut kembali menggunakan nama aslinya tanpa embel-embel Trump. Proses pembongkaran huruf di fasad bangunan menjadi simbol berakhirnya salah satu polemik properti dan budaya terbesar di Washington DC dalam beberapa tahun terakhir.
(das/ilf)










































