Dulu Fokus Hunian, Gading Serpong Kini Menjamur Area Bisnis

Dulu Fokus Hunian, Gading Serpong Kini Menjamur Area Bisnis

Zulfi Suhendra - detikProperti
Selasa, 16 Jun 2026 14:15 WIB
Kota Terpadu Summarecon Serpong
Foto: Dok. Summarecon
Jakarta -

Pertumbuhan investasi di Kabupaten Tangerang mengerek kawasan Gading Serpong menjadi simpul ekonomi baru di Barat Jakarta. Bertambahnya aktivitas usaha, munculnya berbagai bisnis baru, serta meningkatnya kebutuhan akan ruang usaha jadi latar belakang hal tersebut.

Data sepanjang 2025 menunjukkan realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp37,62 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari sektor tersier seperti jasa, perdagangan, logistik, dan properti yang menyumbang 57,9 persen dari total investasi. Sementara itu, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatat nilai investasi Rp11,78 triliun, sedangkan sektor perdagangan dan reparasi berkontribusi sebesar Rp4,86 triliun.

Dinamika tersebut juga tercermin di Gading Serpong. Sepanjang tahun lalu, tercatat sebanyak 1.464 bisnis baru mulai beroperasi di kawasan ini. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan semakin tingginya kebutuhan ruang usaha, terutama untuk sektor ritel, kuliner, layanan profesional, hingga bisnis yang mengandalkan interaksi langsung dengan pelanggan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus, menilai perkembangan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari tahapan alami dalam siklus pengembangan properti. Menurutnya, kawasan yang awalnya berkembang sebagai area hunian akan mengalami diversifikasi fungsi seiring meningkatnya jumlah penduduk, mobilitas masyarakat, dan kebutuhan terhadap berbagai layanan pendukung.

"Pertumbuhan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain," kata Anton, ditulis Selasa (16/6).

ADVERTISEMENT

Anton menambahkan, Serpong dan Gading Serpong telah diramal sejak lama akan menjadi penyangga Jakarta yang berkembang pesat. Perkembangan tersebut didukung oleh kualitas kawasan hunian yang baik, perencanaan pengembangan yang matang dari para pengembang, serta konektivitas yang semakin terintegrasi dengan berbagai wilayah lain.

"Memang beberapa pengembang di sana memiliki rencana pengembangan yang cukup bagus. Masyarakat juga tahu bahwa daerah barat, seperti Serpong dan sekitarnya, memiliki potensi besar. Di timur juga ada yang bagus. Ini karena di dalam kota Jakarta harga tanah dan properti sangat tinggi, sementara penyangga Jakarta menawarkan opsi yang lebih terjangkau," jelas Anton.

Merespons pertumbuhan aktivitas bisnis di Gading Serpong, Summarecon Serpong mengembangkan Serpong CBD sebagai kawasan komersial yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ruang usaha yang terus meningkat.

Salah satu proyek yang dikembangkan adalah City Gate seluas 40 hektare yang berada di koridor penghubung Gading Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci. Kawasan ini didukung akses menuju Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Serpong-Balaraja.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan kebutuhan pelaku usaha saat ini semakin beragam, sehingga diperlukan pilihan ruang komersial yang dapat mengakomodasi berbagai jenis bisnis.

Untuk itu, City Gate menghadirkan beberapa produk, antara lain City Gate Office Suites, City Gate Graha, serta kavling komersial yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan usaha.

"City Gate Office Suites disiapkan untuk bisnis yang membutuhkan ruang representatif sekaligus ekspresi brand," kata Albert.

(zlf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads