Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah untuk 2026, khususnya wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu sudah dimulai. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meluncurkan program tersebut di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Ara mengatakan anggaran negara yang digunakan untuk BSPS harus digunakan dengan benar. Anggaran terus harus bisa dipertanggungjawabkan dan diawasi secara terbuka oleh seluruh pihak terkait.
"Ini uang negara yang harus diawasi, harus transparan dan tidak boleh korupsi. Ada efisiensi sekitar Rp 9 juta, saran saya berikan kepada yang paling miskin dan yang paling tua supaya kita bisa berkeadilan untuk rakyat," kata Ara dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (16/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Kementerian PKP juga menggelar Pemilihan Toko Terbuka (PTT) sebagai bagian dari mekanisme pelaksanaan bedah rumah. Dalam proses tersebut, masyarakat penerima bantuan memilih penyedia bahan bangunan secara terbuka, dengan toko yang mengikuti proses pemilihan. Melalui mekanisme tersebut, dapat mengemukakan efisiensi anggaran sekitar Rp 9 juta.
Ara menegaskan PTT merupakan inovasi yang tak hanya mendorong efisiensi penggunaan anggaran, tetapi juga memperkuat tata kelola program yang bersih dan bebas korupsi.
"Sistem PTT dilakukan selain berguna untuk efisiensi anggaran, juga dapat digunakan kembali untuk kepentingan rakyat dengan cara yang transparan, baik, benar dan antikorupsi," imbuhnya.
Melalui pelaksanaan Program BSPS dan sistem Pemilihan Toko Terbuka, Kementerian PKP akan memastikan bantuan perumahan tepat sasaran, meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta mewujudkan tata kelola pembangunan perumahan yang transparan, efisien, dan bebas dari praktik korupsi.
Untuk dikatui, Program BSPS Tahun 2026 di DKI Jakarta mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total alokasi BSPS di DKI Jakarta mencapai 5.659 unit rumah, meningkat dari 158 unit pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.359 unit dialokasikan untuk wilayah perkotaan dan 300 unit untuk kawasan pesisir di Kepulauan Seribu.
Wilayah Jakarta Barat mendapat alokasi BSPS mencapai 1.350 unit rumah. Terdapat 942 unit rumah yang menjadi sasaran program dan tersebar di enam kecamatan serta 22 kelurahan. Adapun Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, memperoleh alokasi sebanyak 29 unit rumah penerima manfaat.
Selain itu, ia mengapresiasi seluruh jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa I yang telah berusaha mengurus proses inventarisasi, verifikasi, hingga pelaksanaan Program BSPS.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Balai P3KP Jawa I yang telah bekerja dengan baik sehingga program ini dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.
(dhw/das)










































