DPR Amerika Serikat tengah mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang soal perumahan terjangkau. Targetnya RUU tersebut bisa disahkan sebelum akhir bulan ini.
Rancangan itu nantinya akan membantu warga Amerika Serikat memiliki rumah yang harganya terjangkau. Kemudian, investor akan dibatasi jumlah rumah yang bisa mereka beli, sekitar 350 unit, agar tidak terjadi monopoli di lapangan. Selain itu, investor besar juga wajib menjual setiap unit perumahan yang mereka bangun dalam waktu tujuh tahun.
Dilansir CNBC, Pemimpin Mayoritas Senat AS John Thune mengatakan RUU tersebut bisa lolos di Senat secepatnya minggu ini. Pemungutan suara awal akan dilakukan pada Kamis malam untuk memulai proses pengesahan RUU tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thune berharap DPR dapat membahas RUU tersebut dalam sidang minggu depan. Versi RUU sebelumnya telah lolos di DPR dengan tingkat dukungan yang kuat. Dalam kata lain, DPR dapat proses dapat dipercepat untuk menyelesaikan legislasi tersebut.
Senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat Massachusetts mengatakan bahwa RUU ini penting bukan hanya karena fokusnya pada keterjangkauan, tetapi menunjukkan bagaimana negara menangani hak swasta di sektor perumahan.
"Belum pernah sebelumnya Kongres memberlakukan pembatasan apa pun terhadap kemampuan perusahaan ekuitas swasta untuk masuk ke industri apa pun yang mereka inginkan, membeli apa pun yang mereka inginkan, dan menghancurkan apa pun yang mereka inginkan," katanya seperti dikutip BeritaKlik pada Rabu (17/6/2026).
"RUU ini bersejarah karena secara tegas menolak pertumbuhan perusahaan ekuitas swasta saat mereka mencoba menerobos lingkungan kita," lanjutnya.











































