Amerika Serikat dan Iran baru saja melakukan negosiasi teknis di Swiss. Hasilnya diputuskan bahwa kelompok-kelompok negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir dan sanksi.
Berbicara tentang isu nuklir, Iran dikabarkan memiliki fasilitas nuklir. Salah satu fasilitas nuklir yang paling terkenal milik Iran adalah Fordow. Meski sering dibicarakan, fasilitas nuklir ini sebenarnya paling rahasia milik Iran. Bukan hanya karena fungsinya, tetapi juga karena cara bangunan ini dibangun.
Fasilitas pengayaan uranium tersebut berada di dekat Kota Qom, sekitar 95 kilometer dari Teheran. Yang membuatnya berbeda dari fasilitas industri biasa adalah lokasinya yang berada jauh di dalam gunung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip The Guardian, Selasa (23/6/2026) Fordow dibangun di bawah lapisan batuan pegunungan yang sangat tebal sehingga selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu fasilitas paling sulit dijangkau oleh serangan udara. Bahkan, fasilitas itu menjadi target utama dalam operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran pada Juni 2025.
Menurut laporan Reuters, Fordow merupakan salah satu dari tiga kompleks nuklir utama Iran bersama Natanz dan Isfahan. Kompleks ini dirancang untuk kegiatan pengayaan uranium dan menjadi bagian penting dari program nuklir negara tersebut.
Keunikan Fordow terletak pada konstruksinya. Berbeda dengan gedung industri pada umumnya, sebagian besar fasilitas berada di bawah tanah dan tersembunyi di dalam gunung. Berbagai laporan menyebut kedalaman fasilitas tersebut mencapai sekitar 80-90 meter dari permukaan tanah.
Karena berada sangat dalam, fasilitas ini dirancang untuk bertahan dari serangan bom konvensional. The Guardian melaporkan bahwa hanya bom penghancur bunker berukuran besar yang diyakini mampu menjangkau area terdalam kompleks tersebut.
Selain Fordow, Iran juga memiliki fasilitas nuklir Natanz yang tak kalah menarik dari sisi konstruksi. Reuters menyebut Natanz merupakan kompleks pengayaan uranium terbesar Iran yang memiliki fasilitas di atas tanah dan fasilitas bawah tanah yang luas. Sebagian area pentingnya ditempatkan di bawah permukaan untuk memberikan perlindungan tambahan.
Pengembangan fasilitas bawah tanah bahkan terus dilakukan. Analisis dari Institute for Science and International Security (ISIS) menyebut Iran membangun kompleks terowongan baru di kawasan Isfahan dan Natanz yang berada di dalam pegunungan. Kompleks tersebut diperkirakan memiliki ruang bawah tanah yang lebih besar dan lebih dalam dibanding fasilitas sebelumnya.
Foto-foto satelit yang dianalisis berbagai lembaga internasional juga menunjukkan keberadaan terowongan, pintu masuk yang diperkuat, serta perlindungan tambahan berupa lapisan tanah dan batuan di sejumlah fasilitas strategis Iran. Reuters melaporkan bahwa Iran bahkan sempat memperkuat beberapa lokasi sensitif dengan konstruksi tambahan dan perlindungan baru setelah serangan yang terjadi pada 2025.
Dari sisi konstruksi, Fordow dan Natanz menunjukkan bagaimana bangunan bawah tanah dapat dirancang untuk tujuan keamanan tingkat tinggi. Berlokasi di dalam gunung, dilindungi lapisan batuan puluhan meter, dan didukung jaringan terowongan, fasilitas-fasilitas ini menjadi salah satu contoh proyek infrastruktur bawah tanah paling kompleks yang pernah dibangun di Timur Tengah
(das/das)










































