Benarkah Hotel Sultan Akan Dirobohkan? Ini Kata Pengelola GBK

Benarkah Hotel Sultan Akan Dirobohkan? Ini Kata Pengelola GBK

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 24 Jun 2026 19:14 WIB
Barang-barang di Hotel Sultan dibungkus rapi untuk diamankan di gudang
Hotel Sultan (Foto: Danica Adhitiawarman/BeritaKlik)
Jakarta -

Kawasan eks Hotel Sultan kini telah dieksekusi dan tidak lagi beroperasi. Seiring berakhirnya operasional hotel tersebut, nasib bangunannya ke depan pun menjadi tanda tanya. Benarkah bangunan Hotel Sultan akan dirobohkan?

Saat dikonfirmasi kepada Kuasa hukum Menteri Sekretaris Negara dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Kharis Sucipto mengatakan belum ada keputusan terkait pemanfaatan gedung setelah pengosongan. Saat ini, Kementerian Sekretariat Negara dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno fokus mengosongkan kawasan terlebih dulu.

"Belum diputuskan," kata Kharis di Jl. Gatot Subroto, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di samping itu, barang-barang yang tersisa di kawasan tersebut merupakan milik PT Indobuildco. Semua barang bergerak akan disimpan di gudang selama enam bulan untuk diambil kembali oleh pemiliknya.

Setelah kawasan Blok 15 GBK itu kosong, pihak Kemensetneg dan PPKGBK akan melapor kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka juga akan melaporkan ke pengadilan kalau ada barang yang tidak diambil PT Indobuildco hingga batas waktu yang ditentukan.

ADVERTISEMENT

"Kita fokus pengosongan dulu sampai kita lapor ke pengadilan nanti bahwa sudah selesai pengosongan," ucapnya.

Kharis menyebutkan barang-barang yang ditinggalkan di antaranya kasur, meja, sofa, dan kursi. Proses pengemasan dan pemindahan masih berlangsung sebagai rangkaian dari eksekusi.

Sebelumnya diberitakan detikNews, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan Danantara akan mengambil alih pengelolaan kawasan tersebut lewat Injourney. Hal itu dilakukan usai urusan di Kemensetneg selesai.

"Ya, kan kalau kita kan punya Injourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan? Ya nanti kalau ini semua oleh... sudah selesai semua di Mensekneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya," ujar Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Soal nasib bangunan, ia mengungkap ada potensi bangunan itu bakal dirobohkan. Kawasan hotel itu pun akan dijadikan kawasan baru.

"Ya pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (bakal dirobohkan)," ucap Rosan.

Selain itu, Rosan buka suara mengenai kawasan bekas Hotel Sultan bakal dijadikan sport tourism. Ia menyebut seluruh aspek di GBK akan dikembangkan sesuai standar dunia.

"Ini mungkin saya masih terlalu early ya untuk menyampaikan ini tapi tentu semuanya ada karena memang itu adalah sport jadi memang akan GBK ya tetep ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," ujarnya.

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads