Gelombang Panas Bikin Warga Prancis Mulai Pakai AC, Padahal Dulu Menolak

Gelombang Panas Bikin Warga Prancis Mulai Pakai AC, Padahal Dulu Menolak

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Sabtu, 27 Jun 2026 11:31 WIB
Ilustrasi AC
Foto: Getty Images/onurdongel
Jakarta -

Prancis punya budaya tidak menggunakan AC di rumah. Namun, kini banyak warga Prancis meninggalkan tradisi itu dan mulai pakai AC saat sebagian negara Eropa dilanda gelombang panas.

Dikutip dari FRANCE 24, Prancis mengalami hari terpanas sejak 1947 pada Rabu (24/6). Hal ini mendorong warga Prancis untuk mulai menggunakan AC.

Warga Prancis semula tidak menggunakan AC karena percaya kalau sistem pendingin ruangan itu merusak lingkungan. Kini unit pendingin mulai laris manis dan menjadi topik hangat menjelang pemilihan presiden tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang warga Prancis, Matthieu Roquet (35) mengaku dulu menentang penggunaan AC. Akan tetapi, sang istri yang berkebangsaan Amerika Serikat berhasil membujuknya buat beli AC portabel. Unit AC itu untuk menyejukkan anak berusia dua tahun dan anjing peliharaan mereka usai suhu apartemen mencapai 36 derajat Celcius di Paris.

Roquet mengatakan dirinya tidak tumbuh menggunakan AC. Keluarganya pun terbiasa mengatasi udara panas menggunakan kipas angin.

ADVERTISEMENT

Hal itu berubah beberapa tahun belakangan sang ibu membeli satu unit AC. Sekarang, ia juga membeli AC.

"Saya rasa situasinya sedang berubah. Masalah utama bagi saya adalah membeli AC akan membuat planet ini semakin panas," kata Roquet, dikutip dari FRANCE 24, Sabtu (27/6/2026).

Di sisi lain, survei menunjukkan delapan dari sepuluh orang di Prancis menganggap AC itu buruk untuk lingkungan. Para penentang AC berpendapat bahwa mendinginkan ruangan memakan banyak energi.

Namun, pendapat itu dibantah oleh sejumlah ahli. Para ahli mengatakan dampak lingkungan dari AC tergantung pada sumber energi yang digunakan.

"Pendingin ruangan bukanlah masalah bagi lingkungan saat ini di Prancis," kata Francois Gemenne, seorang ahli dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim.

Gemenne beralasan Prancis tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi. Justru pembangkit listrik tenaga nuklir menghasilkan hampir 70 persen listrik Prancis tahun lalu.

Sementara itu, Perencana Kota Clement Gaillard mengatakan AC tidak menjadi masalah selama tidak digunakan sebagai satu-satunya solusi menghadapi udara panas. Menurutnya, masalah sebenarnya adalah desain bangunan tidak memperhitungkan perubahan iklim.

Meski demikian, AC memang memiliki beberapa kekurangan. Unit ini menggunakan cairan pendingin yang berpotensi mencemari lingkungan dan membuang udara panas ke luar.

Vincent Viguie dari Pusat Penelitian Lingkungan dan Pembangunan Internasional (CIRED) menyebut udara hangat ini tidak memanaskan atmosfer secara global. Namun, udara itu memperburuk suhu secara lokal hingga beberapa derajat di daerah perkotaan yang padat penduduk dan berventilasi buruk.

Di samping itu, menjelang pemilihan presiden tahun depan, para kandidat telah memanfaatkan isu ini. Tokoh sayap kanan, Marine Le Pen, menginginkan pendingin udara untuk semua orang.

"Cuaca panas ekstrem yang kita alami saat ini dapat membunuh orang," katanya.

Di sisi lain, saingan dari sayap kiri garis keras, Jean-Luc Melenchon menentang penggunaan AC. Ia lebih menyarankan isolasi bangunan yang lebih baik.

"Kita tidak bisa memasang pendingin udara di mana-mana. Itu solusi palsu yang justru memperburuk masalah," ucapnya.

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads