Sebuah pesawat kecil menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing, China, pada Jumat (26/6/2026) sore waktu setempat. Insiden langka ini menyebabkan kaca gedung pecah, puing-puing berjatuhan ke jalan, dan aparat langsung menutup area di sekitar lokasi.
Dilansir CNN, Sabtu (27/6/2026), pesawat ringan tersebut menghantam CITIC Tower atau yang juga dikenal sebagai China Zun. Gedung setinggi sekitar 528 meter dengan 108 lantai itu merupakan bangunan tertinggi di ibu kota China dan menjadi kantor pusat perusahaan milik negara, CITIC Group.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan bagian kaca gedung pecah di lantai atas, sementara serpihan pesawat dan material bangunan jatuh ke jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi tampak berlarian menjauh untuk menghindari puing-puing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang kurir yang berada tak jauh dari lokasi mengatakan suara tabrakan terdengar lebih keras daripada ledakan kembang api.
"Saya langsung bergegas ke sana setelah mendengar benturan keras. Pesawat yang ukurannya kira-kira sebesar mobil itu menabrak gedung," ujarnya, dikutip CNN.
Tak lama setelah kejadian, polisi, mobil pemadam kebakaran, dan ambulans memenuhi kawasan pusat bisnis Beijing. Sejumlah ruas jalan ditutup, sementara petugas meminta warga tidak mengambil gambar maupun merekam video di sekitar lokasi. Beberapa saksi bahkan mengaku diminta menghapus foto dan video yang sudah mereka ambil.
Hingga kini, pemerintah China belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Belum diketahui pula kondisi pilot maupun ada tidaknya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi di Beijing yang memiliki salah satu wilayah udara paling ketat pengawasannya di dunia. Aktivitas penerbangan sipil, termasuk pesawat ringan dan drone, di kawasan ibu kota China umumnya diatur secara sangat ketat sehingga tabrakan pesawat ke gedung pencakar langit seperti ini tergolong sangat tidak biasa.
(das/das)










































