Sebuah rumah pinggir kali yang ada di Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) ambruk karena tergerus abrasi. Tak hanya rumah, ternyata bangunan kos-kosan di sebelahnya juga ambruk sebagian.
Pantauan detikProperti di lokasi, terdapat rumah ambruk di samping jalanan berbelok. Bangunan itu hancur hingga bentuknya sudah tidak karuan.
Atap seng sudah berantakan dan dinding sudah retak dan patah, bahkan bata merah sampai terlihat. Bagian dalam rumah pun terekspos, bisa terlihat tembok kamar mandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, bangunan tetangga masih berdiri, tetapi beberapa ruangan hancur. Dua kamar, di lantai atas dan bawah, serta kamar mandi rusak. Sebagian bangunan itu ikut ambruk terbawa longsor.
Melihat dari sisi lain, terlihat tembok pembatas sungai dan rumah sudah bergeser dan miring.
Kawasan rumah dan kos-kosan yang ambruk itu kini tampak sedang ditangani oleh petugas Suku Dinas SDA Jakarta Pusat. Sudah ada kayu dan bronjong yang dipasang di sekitar bangunan.
Irsyad (25) merupakan penghuni kos-kosan sekaligus keponakan pemilik rumah. Ia mengatakan sebagian kecil kos-kosan itu rusak akibat longsor pada Jumat (26/6) pagi.
"Ada efek dari hasil ambrukan itu. Kita di belakang itu, yang (tembok) pembatasnya itu ikut ambruk juga. Terus lahan parkir sama kita ada dua kamar kos yang ikut turun juga," kata Irsyad saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/6/2026).
Rumah dan kos-kosan di Benhil ambruk akibat abrasi sungai Foto: Danica Adhitiawarman/BeritaKlik |
Ia mengatakan sudah merasakan tanda-tanda pergerakan tanah sejak Jumat (19/6) pekan lalu. Dinding dan lantai mulai retak serta terdengar suara retakan. Sejak itu, sebagian penghuni kos diungsikan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga.
Di sisi lain, Ali Nugroho (43), anak dari pemilik rumah yang ambruk, mengatakan rumah-rumah di kawasan tersebut memang dekat kali. Sejak rumah orang tuanya dibangun pada 2004, tidak ada masalah dengan bangunan.
Namun, ia mulai merasa tanah mulai bergeser sejak ada normalisasi sungai pada Kamis (18/6) pekan lalu. Bangunan pun menjadi miring dan puncaknya ambruk pada Jumat (26/6) kemarin.
Orang tua Ali segera mengungsi sehingga tidak ada korban saat kejadian. Penghuni rumah itu mengungsi ke rumah Ali yang lokasinya di seberang lokasi rumah ambruk.
"(Rumah) langsung ambles. Jadi nggak ke belakang, nggak ke depan. (Bangunan) langsung turun dia.," kata Ali.
"Di sini cuman kaget. Dari suara kaca, suara bangunan roboh," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan detikNews, sebuah rumah pinggir kali di Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), ambruk pada Jumat (26/6) sekitar pukul 05.30 WIB. Awalnya, tanah tergerus kali hingga membuat bangunan miring dan berakhir ambruk.
Dilansir dari detikNews, Anggota Polsek Tanah Abang juga sudah mendatangi lokasi rumah ambruk tersebut. Kejadian itu berlokasi di Jalan Administrasi Negara I, RT 01 RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang.
"Retak di bagian tembok/dinding dan retak di bagian lantai rumah setiap hari makin melebar, sehingga pada 26 Juni 2026 sekitar pukul 05.48 WIB rumah tersebut ambruk atau tanah longsor," ucap Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, Jumat (26/6/2026).
Selain itu, petugas gabungan telah mendatangi lokasi tersebut. Rumah itu ambruk akibat abrasi pada Banjir Kanal Barat (BKB).
"Dugaan penyebab, abrasi di bantaran kali Banjir Kanal Barat (BKB)," kata BPBD DKI Jakarta.
(dhw/das)











































