Rusun Orang Miskin di Venezuela Ambruk saat Gempa, Ahli Soroti Struktur Tanah

Rusun Orang Miskin di Venezuela Ambruk saat Gempa, Ahli Soroti Struktur Tanah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 30 Jun 2026 14:33 WIB
A drone view shows buildings destroyed by earthquakes, in La Guaira, Venezuela, June 26, 2026. Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY NO RESALES. NO ARCHIVES
Penampakan rusun MBR di Venezuela, Los Cocos yang ambruk imbas gempa dahsyat. Foto: via REUTERS/Handout
Jakarta -

Para insinyur di Venezuela kini menyoroti ketahanan gedung rusun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah La Guaira yang ambruk imbas gempa kembar berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 pada Rabu (24/6/2026) lalu.

Dilansir dari Reuters, rusun tersebut bernama Los Cocos yang berdiri di wilayah pesisir Playa Los Cocos. Dilihat BeritaKlik dari video yang tersebar, terdapat 4 gedung rusun yang lokasinya berderet. Salah satu gedung ada yang langsung ambruk ke arah depan saat guncangan terjadi. Sisanya hanya setengah gedung yang rusak parah.

Meskipun para insinyur dan spesialis konstruksi merasa masih terlalu dini untuk menyatakan secara pasti mengapa bangunan-bangunan tertentu runtuh, mereka menduga jika salah satu alasannya adalah ketidakstabilan tanah. Pasalnya lokasinya berada di pesisir dengan struktur tanahnya pasir, bukan tanah keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa insinyur mengungkapkan telah memperingatkan pemerintah sebelumnya agar menghindari lokasi pesisir untuk membangun gedung tinggi karena sangat berisiko. Namun, tidak didengar. Ketakutan tersebut terbukti pada gempa kembar kemarin. Dalam hitungan detik dari getaran terjadi, rusun itu langsung ambruk ke depan layaknya lego yang tersenggol. Belum diketahui berapa jumlah lantai masing-masing rusun tersebut.

ADVERTISEMENT

"Sungguh suatu tindakan kriminal bahwa pemerintah tidak lebih cepat menerima tawaran dari para insinyur dan universitas," kata Enrique Larrañaga, seorang arsitek dan perencana kota di Universitas Simon Bolivar yang telah memberikan arahan kepada pemerintah tentang pembangunan nasional, seperti dikutip BeritaKlik pada Selasa (30/6/2026).

A drone view shows buildings destroyed by earthquakes, in La Guaira, Venezuela, June 26, 2026. Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY NO RESALES. NO ARCHIVESA drone view shows buildings destroyed by earthquakes, in La Guaira, Venezuela, June 26, 2026. Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY NO RESALES. NO ARCHIVES Foto: via REUTERS/Handout

Ada pun, kompleks rusun Los Cocos dibangun tepat sebelum pemilihan umum negara itu pada tahun 2012 sebagai bagian dari upaya untuk membangun jutaan unit perumahan murah di seluruh negeri. Pada masa kepemimpinan sks Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap AS, proyek tersebut dilanjutkan. Total ada 1.100 unit yang terbangun di kawasan bencana tersebut.

Namun, menurut para arsitek dan insinyur, seiring dengan sentralisasi kekuasaan pada masa Chavez hingga Maduro, lembaga pemerintahan menjadi lemah sehingga kontrol kualitas pembangunan baru dan pemeliharaan struktur kurang diperhatikan.

Pembangunan tersebut dilakukan dengan cepat dari gabungan lembaga negara dan kontraktor dari China, Turki, dan Belarus di bawah pengawasan militer tetapi dengan sedikit transparansi publik.

Bangunan Lain di Pesisir Playa Los Cocos Sedang Dicek

Para insinyur sukarelawan telah menawarkan jasa mereka kepada warga untuk mengecek kondisi bangunan lain yang mengalami kerusakan kecil hingga besar. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih waspada apabila nantinya ada guncangan besar.

Beberapa kelompok yang telah dibentuk sudah bekerja mengecek. DItemukan banyak bangunan yang tidak mematuhi standar kelayakan. Salah satu tandanya dari kerusakan yang muncul pada bangunan. Namun, ini masih penilaian awal, perlu ada studi lanjutan untuk mengetahui alasan beberapa struktur mampu menahan getaran, sementara yang lainnya ambruk.

Seorang insinyur sipil dan profesor di Universidad Católica Andrés Bello di Caracas, Nicolás Labrópoulos, mengatakan bahwa pasir, kerikil, dan puing-puing bebatuan yang menjadi fondasi dasar berdirinya La Guaira sebenarnya bisa menahan bangunan dengan memperlambat efek dari gelombang seismik yang terasa. Namun, mengingat guncangannnya cukup kuat, fondasi tidak dapat menahannya.

Ditambah lokasi kawasan tersebut yang berada di antara pegunungan dan laut menyebabkan kondisi tanah lebih cair atau tidak keras selama gempa bumi. Oleh karena itu, pembangunan bangunan tinggi di kawasan pesisir sangat berisiko.

Selain rusun atau bangunan tinggi, banyak rumah pribadi yang tidak begitu tinggi juga ikut terdampak. Ia menduga penyebabnya kemungkinan besar karena kondisi tanah yang lemah, korosi selama bertahun-tahun, hingga kurangnya kontrol kualitas.

Menurutnya ketika membangun di kawasan pesisir dengan tipe tanah berpasir harus mengikuti persyaratan keamanan bangunan yang ketat.

"Anda bisa membangun di sana, tetapi Anda harus benar-benar mematuhi peraturan yang ketat. Mengingat bagaimana pemerintah menangani pembangunan selama dua setengah dekade terakhir, saya ragu dalam banyak kasus," tuturnya.




(aqi/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita BeritaKlik Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads